Event Olahraga Dipadu Dengan Pariwisata, Menteri Pariwisata dan Menpora Apresiasi Sport Tourism INDO MXGP Dan Sungailiat Triathlon

JAKARTA - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan event sport tourism internasional INDO MXGP Championship 4-5 Maret 2017 dan Sungailiat Triathlon 20-22 April 2017 sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Bangka Belitung.

“Event sport tourism memberikan dampak langsung (direct impact) pada ekonomi masyarakat serta mempunyai nilai pemberitaan (news value) yang tinggi sehingga menjadi sarana promosi efektif,” kata Menpar Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta kantor Kementerian Pariwisata (kemenpar), Senin (27/2/2017).

Arief mengatakan perlu adanya sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, olahraga adalah salah satu lahan terbesar untuk bisa dijadikan industri jika bersatu dengan pariwisata. "50 persen pemasukan berasal dari iklan, 30 persen dari tiket dan 20 persen dari retail komersil," jelas Arief.

"Saya melihat ada kesiapan lahir batin pemimpin dan pemerintah daerah Babel serta partisipasi sponsor, hal tersebut saya berharap dapat mendorong keberanian daerah lain untuk dapat membuat even seperti di Babel," katanya.

"Ini kesempatan bagus Bangka Belitung untuk promosi. Manfaatkan dengan baik untuk mempromosikan kunjungan wisata di sana. Olahraga digabung dengan wisata yang secara bisnis oke seperti ini, akan menjadi industri olahraga," ujarnya lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrowi menyambut baik olahraga berskala internasional diadakan di Bangka Belitung, INDO MXGP di Pangkalpinang dan Triathlon di Sungailiat. Karena, sudah saatnya apapun even olahraga tidak boleh berdiri sendiri namun harus bersinergi dan berkaitan erat dengan pariwisata.

"Kami ingin mendorong dan mengajak bahwa tidak akan berdiri besar prestasi jika tidak dikaitkan dengan industri, apa pun even olahraga baik yang prestasi, rekreasi, maupun ekstrem sport, wajib bersinergi dengan pariwisata, semuanya harus didorong terkait dengan tourism agar para atlet tumbuh tegak dan menjadi industri olahraga yang besar" ucap Imam.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rustam Effendi mengatakan bahwa Provinsi Bangka Belitung saat ini sedang berupaya untuk mengalihkan sektor tambang yang selama ini menjadi andalan Babel kepada sektor lain, khususnya sektor pariwisata.

“Kami harus serius menangani sektor pariwisata ini. Sehingga tentu pariwisata ini akan lebih dikenal dan berkembang ketika kita menyiapkan event-event nasional maupun internasional,” ujar Rustam.

Mengenai kesiapan penyelenggaraan, Gubernur mengatakan “Yang paling utama adalah Bagaimana kami memberikan rasa aman dan nyaman bagi tamu-tamu kita akan ikut dalam MXGP maupun penonton dan sebagai nya, sehingga kami perlu mengadakan rapat dengan forkompinda. Yang kedua kami barangkali akan menyiapkan berbagai atraksi mulai dari kedatangan tamu hingga selanjutnya, yang ketiga kami juga akan memberikan berbagai informasi yang terkait dengan berbagai destinasi wisata.” ujarnya.

Di ungkapkan oleh Sekda Babel Yan Megawandi selaku moderator acara, bahwa pencetus terlaksananya event MXGP ini adalah Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah.

Irwansyah pun mengucapkan terimakasih atas support yang diberikan oleh Menteri Pariwisata RI, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, dan berbagai pihak lainnya. Acara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, diharapkan oleh Irwansyah bahwa awak media dapat terus turut mempromosikan acara tidak hanya pre-event, on event, bahkan post event.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa, menjelaskan Indonesia bakal mengirimkan 15 pembalap yang mendapatkan wildcard untuk tampil di seri kedua kejuaraan dunia MXGP 2017. Sepuluh di antaranya adalah pebalap yang didanai Kemenpora dan lima pebalap tambahan yang ikut kualifikasi (qualifying time trial) untuk bisa tampil. Serta akan dihadiri 3 Freestyler internasional yang diundang dan beraksi di sirkuit nanti.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani
Editor: 
Noviansyah