Farhan Kurnia : Saya Ditunjuk Pak Gubernur sebagai Branding Consultant Pariwisata dan SDM Babel Melalui AIESEC

TANJUNGPANDAN - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tidak tanggung-tanggung dalam mempromosikan Daerahnya. Sejak dilantik 12 Mei 2017 lalu, Gubernur Babel melakukan banyak inovasi dalam berbagai sektor. Demikian pula dalam sektor Pariwisata. Dengan menggandeng CLICKPICTS Indonesia, Gubernur Babel mempersiapkan berbagai promosi untuk objek-objek wisata di Babel.

Farhan Kurnia Mayendri, Chief Executive Officer PT. CLICKPICTS Indonesia sekaligus Alumni AIESEC asal Indonesia hadir langsung dalam Kunjungan Mahsiswa AIESEC yang sedang berkunjung ke Pulau Beitung, Rabu (23/08/2015). AIESEC bekerjasama dengan CLICKPICTS untuk pelaksanaan programnya.

“Istilahnya saya seperti Pelindung mereka untuk program ini berjalan beriringan”, jelasnya.

“Saya ditunjuk oleh Pak Gubernur sebagai branding consultant untuk mengembangkan Babel, tidak hanya Pariwisata  tetapi juga Sumber Daya Manusianya melalui Program AIESEC”, ungkap pendiri AIESEC Indonesia ketika menjadi Mahasiswa Universitas lampung di tahun 2012 ini.

Tujuan utama dari program bertaraf Internasional seperti AIESEC di Babel ini adalah untuk memberikan efek terhadap Babel. Sebab ketika project ini diadakan di Babel, maka secara otomatis akan terpromosikan melalui Rising Project Sistem yang dilakukan AIESEC.

“Setidaknya ada Informasi yang bisa menjadi daya tarik untuk Babel.” Jelas Farhan disela-sela pembuatan Video Profile Babel bersama Mahasiswa AIESEC di Pulau Belitung.

Lebih lanjut dikatakan Farhan, Kedatangannya bersama tim bertujan untuk membuat Video Profile tentang babel dengan Objek-objek yang ada di Bangka dan Belitung. Video Profile ini akan dibuat berkwalitas baik dengan Full HD. Dikemas seperti film dengan dibuat Cinematik Promotional Tools dengan harapan bagaimana agar mendapatkan perhatian dari penonton atas video tersebut sehingga menimbulkan ketertarikan.

“kami berusaha untuk menjawab semangat Pak Gubernur untuk mempromosikan Babel.” Ungkapnya.

Diakuinya, Project ini dilaksanakan begitu cepat, mulai dari Persiapannya hingga terlaksananya program AIESEC ke Babel yang persiapannya hanya 1 (satu) Bulan sebelum dimulainya program di awal Juli 2017 lalu.

Output atau hasil dari project ini antara lain untuk, Pertama, pemuda yang berkaitan langsung dengan Kedatangan mahasiswa AIESEC ini pasti mendapatkan dampak, salah satunya mengenal budaya luar. Kedua, Pemerintah dan Masyarakat tempat kunjungan, salah satunya dengan penggunaan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan Mahasiswa AIESEC. Ketiga, Mahasiswa AIESEC ini dituntut setiap minggu selama kunjungan berlangsung untuk membuat Marketing output dalam bentuk artikel, video, gambar, Vlog, Medsos dan Internal AIESEC.

“Fokus dalam project ini tidak hanya tentang Pariwisata, tetapi juga Perhatian terhadap lingkungan sekaligus mengedukasi mereka pada setiap objek kunjungan.” Tambahnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp