Farhan Kurnia : Tiga Top Icon Bangka Belitung Sedang Dikaji Untuk Branding Promosi

Manggar – 10 Mahasiswa AIESEC pada hari jum’at (25/08/2017) melakukan kunjungan ke Belitung Timur untuk melakukan tatap muka dan dialog singkat dengan Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin, untuk lebih memahami kondisi alam, potensi pariwisata, dan juga budaya masyarakat Belitung Timur. Para mahasiswa beserta rombongan Ini di sambut baik oleh Burhanudin di ruang pertemuan Kantor Bupati Belitung Timur.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dispora pemprov Babel, Ferdiyan Hermawan Loebis yang memimpin rombongan mahasiswa AIESEC menyampaikan maksud kedatangan kepada wabup Beltim. Ia berharap para mahasiswa ini dapat menggali informasi yang dibutuhkan terkait project AIESEC untuk bahan promosi mereka. ”Kami sudah mengitari beberapa kabupaten dan kota, dimana tugas mereka (mahasiswa AIESEC) ini mempromosikan Babel, karena orang luar taunya selama ini Indonesia itu adalah Jakarta atau Bali. Selama berada di Babel ini rencananya mereka akan melakukan pembuatan video promosi dimana mereka sendiri yang akan menjadi talentnya,” ujar Ferdiyan.

Farhan Kurnia Mayendri, yang merupakan pendiri dan alumni AIESEC Indonesia yang juga terlibat dalam video promosi tersebut akan pertama-tama akan membuat icon sighting (peninjauan) sebagai panduan branding promosi nya. “Ada tiga the Top Icon di Bangka Belitung ini, yang pertama adalah Light House (mercu suar) yang ada di pulau lengkuas, yang kedua adalah jembatan emas, dan yang ketiga adalah tarsius. Diantara ketiga itulah yang sekarang kita riset yang mana yang akan menjadi Icon utama, seperti juga Australia yang memiliki koala dan kangguru, babel ini punya tarsius,” tutur Farhan.

Dalam tatap muka tersebut, Burhanudin juga menyampaikan bahwa kabupaten belitung timur ini merupakan daerah pemakaran yang baru berjalan sejak 14 tahun yang lalu, dengan 7 kecamatan, dan 72 pulau kecil yang berpenghuni di kabupaten belitung timur, dan sejumlah pulau-pulau kecil lainnya.

Potensi sumber daya alam yang dimiliki beltim ini adalah timah, pasir kuarsa, tanah liat, kaolin, yang juga memiliki beberapa objek wisata yang dikelola oleh desa-desa. “Setiap desa sekarang ini sedang mengembangkan potensi-potensi wisata lokal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Burhanudin menyampaikan bahwa Belitung dan Beltim saat ini sedang mempersiapkan sertifikasi Geopark Nasional. “Belitung dan Beltim sedang mempersiapkan sertifikasi Geopark National, dengan bentangan geologis di pulau belitung sangat menarik, hal ini merupakan bagian dari objek wisata,” ungkap Burhanudin.

Mendengar penjelasan dari Wabup, Miriam salah seorang peserta dari mesir bertanya untuk daerah belitung timur ini daerah mana yang di rekomendasikan sebagai tempat wisata terbaik.

Menanggapi hal tersebut, Burhanudin berujar bahwa pantai burung mandi merupakan tempat terbaik yang ada di beltim. “Yang menarik dari pantai burung mandi adalah ada kuil china yang dibangun sejak tahun 1894 dan di balik kuik tersebut ada pulau juga ada alat tangkap nelayan tradisional. Para pengunjung pun bisa mencoba alat tangkap tersebut. Jadi hal ini bisa menjadi point of interest dengan perpaduan dua budaya,” jawab Wabup.

Amber peserta dari China yang terkesan dengan kejernihan pantai-pantai dibelitung bertanya, mengapa pantai-pantai tersebut sangat indah, karena sejauh yang Ia tahu di belitung pun juga ada penambangan timah apakah tidak mengakibatkan pencemaran.

“Karena di belitung ini penambangannya berbeda dengan penambangan batubara yang mengakibatkan polusi, tapi yang menjadi masalah adalah kerusakan terhadap kontur tekstur tanah, yang semula berbentuk datar menjadi berlubang,” tutup Burhanudin.(K5)

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo