Festival Kota Kapur Memperingati HUT Kota Kapur Ke-1331 Tahun

BANGKA - Festival Kota Kapur dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kota Kapur ke-1331 tahun disambut antusias oleh masyarakat sekitar, Sabtu (6/5/2017). Rangkaian acara pada Festival Kota Kapur tersebut antara lain Napak Tilas, Kelakar Budaya, Wisata Kuliner Pulau Medang, Pameran Photo, Homestay dan Bakti Kampong.

Berdasarkan pantauan babelprov.go.id, Yan Megawandi Sekretaris Daerah Provinsi Babel nampak hadir mewakili Gubernur pada peletakan batu pertama Taman Prasasti Kota Kapur. Turut hadir pada acara tersebut Kapenrem Garuda Jaya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, anggota DPRD Provinsi Amzahri, anggota DPRD Bangka Imelda, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi M. Ramli, dan Ketua Departemen Arkeologi FIB-Universitas Indonesia DR.Ninny Soesanti Tedjowasono,S.S.,M.Hum.

Dalam sambutannya, Sekda  Provinsi Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan bahwa peringatan hari ulangtahun Kota Kapur ke-1331 tahun ini merupakan peristiwa bersejarah.

"Pembentukan Kota kapur ini merupakan peristiwa bersejarah. Kota kapur ini menurut saya merupakan cikal bakal sejarah tertulis. Kota ini sangat maju pada masanya", tandasnya.

Selain itu Yan Megawandi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme pemuda Kota Kapur.

"Festival ini baru pertama kali dilaksanakan, dan ini menandakan keinginan besar masyarakat untuk menjadikan Kota Kapur ini sebagai salahsatu warisan budaya dan objek wisata bersejarah yang membanggakan bagi masyarakat bangka belitung dan masyarakat kota kapur khususnya", ujarnya.

Selanjutnya Yan Megawandi mengatakan bahwa pihak Provinsi siap membantu pelaksanaan ulang tahun Kota Kapur selanjutnya, agar lebih bagus dan lebih menarik.

Pihaknya mengatakan perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam membangun taman prasasti kota kapur.

Yan Megawandi mengharapkan konsistensi semangat masyarakat Kota Kapur sebagai salah satu pusat kegiatan kebudayaan, kepariwisataan, dan sejarah.

"Juga saatnya kita menelusuri jejak-jejak masa lalu yang dijadikan patokan untuk maju ke depannya. Saya harapkan konsistensi semangat teman-teman untuk menjalankan festival ini. Saatnya pemuda Kota Kapur untuk bangun dan merealisasikan apa-apa saja impian untuk memajukan kembali wisata di Kota Kapur. Saya sangat mengapresiasi semangat masyarakat dan pemuda Kota Kapur. Dan kita merencanakan tahun depan festival ini kembali diadakan lebih meriah lagi. Semoga ke depannya Kota Kapur bisa dijadikan tujuan destinasi wisata sejarah," tutupnya.

Sedangkan M. Ramli, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi mengatakan festival ini penting untuk dilaksanakan.

"Situs ini sangat perlu kita lestarikan, dan perlu juga dilakukan zonasi agar mengetahui wilayah-wilayahnya untuk pengaturan ruang. Dan perlu juga dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar", tandasnya.

Terkait dengan pembebasan status lahan yang ada di sekitar situs cagar budaya kota kapur, M. Ramli mengatakan hal tersebut tidak perlu dilakukan.

"Sekarang bila lahan tersebut dibeli oleh pemerintah, masyarakat mau bertani di mana. Bukankah di dalam Undang-Undang sudah diatur bahwa kesejahteraan masyarakat juga diutamakan," ujarnya.

Selanjutnya, saat disinggung mengenai efek jangka panjang bila pembebasan lahan tidak dilakukan, M. Ramli mengatakan di sini peran penting pemerintah untuk mengedukasi masyarakat untuk sama-sama menjaga situs yang ada.

Hal berbeda dikatakan oleh Akhmad Elvian. Pembebasan status lahan sangat penting dilakukan. "Pembebasan lahan ini sangat perlu dilakukan agar mudah dilakukan pemugaran, pemeliharaan, dan perlindungan serta menata situs tersebut. Sangat susah bila lahannya tidak dibebaskan, berbahaya bagi cagar budaya yang ada di sekitar situs. Dan pemerintah Provinsi memiliki kewajiban untuk membebaskan lahan seluas 135 ha ini," tegasnya. (QQ)

Sumber: 
INFO Radio 97,6 FM - Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Amelia
Fotografer: 
Jumizi