Forum Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD Provinsi Bangka Belitung 2017-2022

PANGKALPINANG - Lima tahun kedepan, Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung menfokuskan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan, pertanian dan pariwista. Ketiga bidang ini menjadi perioritas pembangunan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Babel Tahun 2017-2022.
 
Demikian disampaikan Erzaldi Rosman Gubernur Kep Bangka Belitung saat membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen RPJMD Prov Kep Bangka Belitung 2017-2022 di Ruang Rapat Pantai Pasir Padi Kantor Gubernur Kep Babel di Pangkalpinang, Kamis (13/07/17).
 
RPJMD Provinsi Kep Bangka Belitung 2017-2022 mengusung Visi "Babel Sejahtera, Provinsi Maju yang Unggul di bidang Inovasi Agropolitan dan Bahari dengan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Efisien dan Cepat berbasis Teknologi". Visi ini dapat diraih melalui enam misi, yang dijabarkan dalam 120 kebijakan dan 141 program.
 
Dalam RPJMD 2017-2022 pada bidang pertanian, pemerintah ingin mengembalikan kejayaan lada Babel. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengetahui produksi, tapi tak pernah berpikir kualitas dan prosesing. Untuk lada, saat ini Vietnam sudah menguasai pasar lada dunia dengan harga jual sekitar Rp 36.000 perkilo. Sedangkan lada Babel diharga Rp 75.000, namun masyarakat hanya fokus pada harga, tidak pada kualitas.
 
"Mengembalikan kejayaan lada, kita tidak hanya fokus pada peningkatan produksi. Pemerintah juga ingin prosesing dan kualitas lada meningkat. Prosesing itu seperti lada yang bermutu, lada dimanfaatkan untuk obat, dimanfaatkan untuk bumbu," jelasnya.
 
Erzaldi menambahkan Selain itu, tahun depan pemerintah akan membangun gudang bekerjasama dengan Bank Jawa Barat (BJB). Gudang akan di bangun tahun depan di Basel begitu juga dengan laboratoriumnya.
 
"Jadi resi gudang berlaku tahun depan. Ada gudang, produksi meningkat, kualitas dan prosesing nya bagus, maka kejayaan lada Babel akan terwujud," tegasnya.
 
Pariwisata menjadi salah satu perioritas dalam RPJMD. Gubernur mengatakan bahwa pembangunan pariwisata di Babel harus melibatkan semua sektor agar pariwisata di Babel semakin maju. Pariwisata tidak akan banyak manfaatnya jika tidak didukung UMKM. UMKM harus jalan untuk membantu perekonomian masyarakat kecil.
 
"Produk UMKM harus ditampilkan dalam setiap destinasi wisata. Pemprov akan bangun pujasera, musholla, toilet didestinasi wisata di Kab/kota. Ini akan dibangun di empat destinasi wisata yang ada di Kab/Kota. Selain itu kita akan bangun Bank daerah untuk mendukung ekonimi kerakyatan," jelasnya.
 
Inflasi di Babel masih cukup tinggi. Ia berpendapat bahwa inflasi yang tinggi menjadi permasalahan krusial yang harus diatasi. Inflasi tidak akan turun jika infrastruktur dan transportasi tidak lancar. Salah satu buktinya, biaya ekspor di Babel lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
 
"Untuk menurunkan inflasi, pemerintah akan membangun pelabuhan baru dengan kedalaman laut minimal 18 meter dan membangun jembatan Bangka-Sumatera," jelasnya.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto/Adi Tri
Fotografer: 
Adi Tri