Forum Strategi II dan Pasis Dikreg SESKOAL Angkatan 55 Kunjungi Babel

Pangkalpinang – Pada Selasa (16/5/2017), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima kunjungan Kunjungan Kuliah Kerja Forum Strategi II dan KKDN Pasis Dikreg SESKOAL Angkatan 55 Tahun Pendidikan 2017, di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Seluruh peserta yang hadir tampak duduk dengan khidmat mengikuti jalannya acara.

Acara dimulai dengan perkenalan dari beberapa peserta yang dimulai dari Ketua Rombongan Kuliah Kerja Forum Strategi II dan KKDN Pasis Dikreg SESKOAL Kolonel Marinir Aris Murdian. Kemudian turut memperkenalkan 6 orang pembimbing, dan juga 32 Perwira Siswa (pasis). Diantara pasis yang hadir, ada 4 orang pasis dari mancanegara turut hadir menjadi peserta.

Selanjutnya Aris Murdian menyampaikan bahwa kegiatan kuliah kerja tersebut diikuti oleh Pasis Dikreg Seskoal Angkatan 55 Tahun Pendidikan 2017 berjumlah 132 Perwira Siswa, yang terdiri dari Perwira Siswa TNI Angkatan Laut 118 orang, Perwira Siswa TNI Angkatan Darat 2 orang, Perwira Siswa TNI Angkatan Udara 2 orang, dan Perwira Siswa negara sahabat 8 orang, yaitu dari Amerika Serikat, Australia, India, Pakistan, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.

“Mereka didampingi oleh para perwira pembimbing sejumlah 26 orang yang ditempatkan dibeberapa kawasan sepanjang Alur Laut Kepulauan Indonesia I (ALKI I), yaitu provinsi kepulauan Riau yang terdiri dari 6 perwira pembimbing dan 40 pasis. Untuk di Bangka Belitung terdiri dari 7 perwira pembimbing dan 32 pasis, Lampung 6 perwira pembimbing dan 32 pasis, dan kabupaten Ranai terdiri dari 6 perwira pembimbing dan 32 pasis,” terang Aris.

Aris juga mengatakan bahwa kegiatan kuliah kerja ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh perwira siswa untuk membekali perwira siswa agar menguasai tentang permasalahan-permasalahan yang terjadi di daerah-daerah. “Dengan terjun langsung ke daerah sasaran, diharapkan kedepan akan menjadi perencana, pemikir, dan pelaksana strategis pertahanan negara di laut, serta mampu merumuskan postur dan struktur kekuatan TNI Angkatan Laut dan perkiraan resiko untuk mendukung konsepsi strategi pertahanan negara di laut,” tambahnya.

Sedangkan mengenai kegiatan pengabdian masyarakat merupakan kuliah kerja dalam bentuk penelitian, dimana para perwira siswa akan melaksanakan penelitian terhadap kondisi masyarakat di daerah.

Selain itu Ia juga mengungkapkan untuk pemilihan ALKI I ini didasarkan atas berapa pertimbangan kepada letak strategis dan kondisi geografis sebagai jalur laut internasional yang cukup padat di dunia. Jalur laut ini menghubungkan lalu lintas perdagangan internasional. “Sehingga harus menjadi pertimbangan utama dalam menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran dari berbagi ancaman baik militer maupun non militer,” ungkap Aris.

Aris pun berharap bagi para perwira siswa mampu untuk tetap menjaga solidaritas saat berada di masyarakat dengan memahami adat istiadat masyarakat setempat dengan tidak mengabaikan naluri keprajuritan, yaitu tetap waspada terhadap segala kejadian yang mungkin akan terjadi. Tidak lupa juga untuk selalu memanfaatkan peluang dengan berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung Yan Megawandi sangat menyambut baik kunjungan para perwira siswa ini, karena dapat menambah jaringan (koneksi) pertemanan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan para pembimbing dan peserta seskoal.

Sekda Bael mengungkapkan dengan kunjungan seperti ini akan dapat memberikan informasi mengenai keberadaaan provinsi Bangka Belitung dan juga bisa menjadi bahan pelajaran bagi Babel untuk menghadapi kondisi-kondisi dari luar Babel. “Kami berharap kunjungan Bapak-Bapak semua dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi para perwira siswa seskoal angkatan 55 tetapi juga bagi Provinsi Babel,” ujar Yan.

Kemudian Yan Megawandi juga memberikan paparan sejarah singkat mengenai perkembangan Provinsi Babel sejak dimulai berdirinya provinsi muda tersebut yang terbentuk 17 tahun lalu.

Ia mengungkapkan bahwa Babel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan nomenklatur kepulauan. Dan saat ini Babel menjalin kerjasama dengan 8 kepulauan lainnya yang memperjuangkan provinsi – provinsi kepulauan yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo