Gubernur : Akan Ada Wisata Kunang-Kunang Di Hutan Mangrove Desa Kurau Barat.

KURAU, BANGKA TENGAH - Gubernur Babel Erzaldi bersama Dinas kehutanan dan jajajaran nya pada hari kamis pagi (27/07/2017) mengunjungi Desa Kurau Barat dalam rangka aksi penanaman bibit mangrove. Hutan Mangrove ini merupakan kawasan Hutan lindung yang dikelola oleh masyarakat.

Gubernur mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan yang ada di Hutan Mangrove. Dimana ini bukan merupakan kunjungan pertamanya, tapi sudah kurang lebih enam kali beliau berkunjung ke Hutan Mangrove di Kurau Barat tersebut.

“Saya melihat ada beberapa perubahan. Saya minta untuk kepala dinas kehutanan harus ada kegiatan penunjang program wisata. Tolong program tersebut dihibahkan sejumlah dana yang tentunya harus sesuai dengan aturan, namun harus sesuai dengan apa yang akan dibutuhkan oleh kelompok komunitas hutan bakau ini,” pesan erzaldi.

Dalam hutan mangrove ini, Erzaldi mengharapkan ada pengembangan, yaitu harus ada titik dimana masyarakat dapat berwisata di hutan bakau. Setidaknya akan dibuat dua titik untuk masyarakat agar dapat bersinggah dan dapat menikmati keindahan alam.

“Dan jangan lupa untuk membangun fasilitas umum seperti toilet cukup sederhana saja tapi bersih, tempat sampah, juga ada tempat berjualannya. Karena kalau tempat wisatanya bersih, rapih, dan nyaman, maka pengunjung akan kembali lagi. Kalau tempat wisatanya jorok, saya tidak yakin hutan mangrove ini akan menjadi destinasi wisata, dan jangan harap mereka (pengunjung) akan kembali,” ujar Erzaldi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Erzaldi pun menyinggung mengenai wisata malam. Ia berujar bahwa akan diadakan wisata malam, dengan target wisata malam tersebut dibuka pada bulan Agustus sebagai hadiah ulang tahun Republik Indonesia tahun 2018.

“Nanti untuk wisata malam tersebut, akan ada kunang-kunang sebagai atraksi malam. Tapi saya minta kepada tokoh agama, masyarakat, dan komunitas penjaga hutan ini harus dibuat aturan tidak boleh berpasang-pasangan ke sini kecuali dapat menunjukkan surat nikah,” pesan Erzaldi dengan tegas.

Diharapkan tempat wisata ini dapat dikembangkan untuk tujuan yang tepat. Gubernur sudah mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Sekali lagi saya ingatkan, agar tempat ini dapat di manage dengan baik agar dapat dikunjungi oleh orang-orang,” pesannya.

Lebih jauh Erzaldi menegaskan bahwa bentuk bantuan dari pemerintah yang berupa alat hanya untuk pinjam pakai. "Apapun yang dibantu oleh pemerintah berupa alat, sifatnya merupakan pinjam pakai saja. Artinya kalau tidak dilakukan pemanfaatan, maka akan kami tarik,” tutup Erzaldi dengan tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi track yang baru dibuka untuk wisata hutan mangroves. Sebelum Gubernur melanjutkan kegiatannya menuju Koba, beliau memberikan secara simbolik Bantuan kegiatan dari Dirjen PSKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebesar 50 juta rupiah kepada Ketua kelompok Hutan kemasyarakatan pak Yatsir, yang disaksikan oleh masyarakat dan para tamu undangan. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo