Gubernur Babel Rustam Effendi Uji Coba Jembatan EMAS

Pangkalpinang – Pada hari Selasa 14 februari 2017, Gubernur Babel Rustam Effendi melakukan uji coba terhadap Jembatan Baturusa II atau juga disebut Jembatan Emas, dimana para awak media turut datang untuk menyaksikan proses mekanisasi Jembatan Emas dari posisi membuka ke atas hingga menutup ke bawah, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan yang melintas.

Sebelum dilakukan uji coba, tampak Gubernur dengan serius membahas mengenai mekanisasi buka-tutup jembatan dengan para teknisi. Setelah pembahasan serius tersebut, uji coba dilaksanakan disaat kota Pangkalpinang sedang diguyur hujan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir. H. Hasanudin mengutarakan bahwa pembangunan jembatan ini dapat mempersingkat waktu tempuh.

“Disamping untuk mempersingkat jalan tempuh dan mengurai kepadatan kota, tujuan dari pada jembatan ini adalah untuk mengalihkan beberapa kendaraan yang ada di kota,” ujarnya.

Beliau pun menjelaskan mengenai teknis pengoperasian jembatan. Dimana pengoperasian ini tergantung dengan pasang surut nya air laut.

“Kalau airnya pasang maka jembatan ini bisa dioperasikan, karena di dermaga tidak bisa masuk kapal yang ukuran  standar. Dermaga ini sedimentasinya sangat tinggi. Oleh karena itu, kedepannya dermaga ini harus kita pindahkan, tidak bisa di dalam lagi,” jelas Hasanudin.

Dengan adanya ekspansi, maka kedepannya akan semakin leluasa. Karena menurut penuturan Hasanudin, dermaga yang sekarang ini kedalamannya hanya 4 meter ketika air surut. Hal ini dapat menyebabkan muat bongkar barang menjadi terkendala, yang berimbas kepada harga barang menjadi mahal.

Ia pun menjelaskan bahwa faktor alam lah yang membuat struktur tanah berubah.

“Dulunya dermaga ini dalam, tapi lama-lama terjadi sedimentasi, maka dari itu harus ada pengerukan. Apabila harus ada pengerukan, mobilitas dari daratnya juga harus seimbang, lahan disekitarnya pun harus luas,” jelasnya.

“Jembatan ini menggunakan sensor dari arah utara dan selatan. Sensor ini ada indikator di atasnya, apakah itu ter-connecting atau tidak. Apabila ter-connecting maka tidak ada masalah. Namun apabila ada emergency pada waktu itu, maka tombol merah akan ditekan kemudian akan berhenti,” lanjutnya.

Informasi yang didapat dari Kepala PU untuk proses buka-tutup jembatan, diperkirakan 15 menit waktu yang dibutuhkan, yaitu; untuk persiapan dari sisi darat maupun dari sisi laut kapal membutuhkan waktu 5 menit, jembatan membutuhkan waktu untuk membuka ke atas 5 menit, dan menutup ke bawah membutuhkan waktu juga 5 menit.

Hasanudin juga mengungkapkan bahwa dalam satu hari diperkirakan ada 5 sampai 10 kapal yang ketinggiannya lebih dari pada 15 meter.

“kalau kapal-kapal kecil yang ketinggiannya dibawah 15 meter tidak ada masalah, karena pasang surut air ada sekitar 2 meter, vertical clearance (ruang bebas) 15 meter, namun ketika air surut menjadi 17 meter. Jadi kapal yang dibawah 15 meter, ketika surut maka kapal bisa lewat,” ungkap Hasanudin.

Kemudian dari retribusi, Ia mengatakan untuk sementara ini tidak ada retribusi. Untuk pengoperasionalan, semua memakai tenaga yang sudah di training. Dimana aka nada dua tim, yang pertama adalah tim teknis yang bertanggung jawab dengan masalah infra struktur, konstruksi, electrical, dan hidrolik. Kemudian tim kedua yang merupakan tim terpadu yang terdiri dari SOP, navigasi, perhubungan, pemancar radio, yang semua nya berada disatu kantor.

Ia mengatakan bahwa petugas memiliki alat indikator yang akan terlihat apakah air sedang pasang atau tidak.

“Begitu air pasang, maka indikatornya terlihat maka siap-siap untuk mengangkat jembatan.” tutupnya.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bangga sudah bisa mengoperasikan Jembatan Emas (Baturusa II) yang menggunakan teknologi twin leaf bascule with cable stayed bridge ini. Selain sebagai ikon provinsi, jembatan penghubung antara Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka, jembatan ini diharapkan dapat memperpendek jarak tempuh dan mendukung program pariwisata daerah.

Pantauan babelprov.go.id, sekitar pukul 10.40 WIB jembatan sudah bisa dilintasi kendaraan. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit untuk menyambungkan ruas jembatan Ketapang di bagian selatan dan Air Anyir di bagian utara. Rencananya buka tutup jembatan yang berada di atas aliran Sungai Baturusa ini dilakukan tiga kali sehari.

“Jembatan ini merupakan gagasan Alm Eko Maulana Ali (mantan gubernur Bangka Belitung-red). Selain dapat menjadi ikon bagi provinsi, jembatan ini diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemacetan,” kata Gubernur usai menekan tombol pengoperasian dan melintasi jembatan ke arah Air Anyir, Kabupaten Bangka. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Editor: 
Noviansyah