Gubernur Bangga Kenalkan Perangkat Lunak “Lalaper” Hasil Karya Putra Daerah

Pangkalpinang – Alun-alun Taman Merdeka tampak meriah di malam hari dengan berbagai macam pertunjukan yang disuguhkan dalam event pembukaan Festival Kuliner. Acara tersebut berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 21 hingga 24 September 2017. Terlihat berbagai macam stand kuliner yang turut memeriahkan event festival kuliner tersebut, seperti Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka Tengah yang menggelar produk hasil UP2K, begitupula dengan tim penggerak PKK kota Pangkalpinang.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman hadir ditengah-tengah masyarakat pada Festival Kuliner tersebut. Bersama-sama dengan Wakil Gubernur, Gubernur berkeliling melihat stand-stand hasil kerajinan tersebut yang didampingi para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuliswan menyampaikan bahwa acara Food Festival ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai macam produk khususnya Industri Kecil Menengah (IKM), dimana jumlah IKM yang ada di Bangka Belitung ini 54 persennya merupakan produk pangan. Dengan Food Festival yang baru pertama kali diadakan ini dimaksudkan agar para tamu yang datang ke Bangka Belitung dapat mengenal masakan-masakan khas Babel.

“Harapan kita, agar masyarakat akan lebih mengenal makanan khas Bangka Belitung, sehingga menjadikan makanan Babel memiliki value (nilai) yang dapat menjual Bangka Belitung ke dunia luar. Semoga Food Festival ini kedepannya akan semakin baik penyelenggaraannya. Pada bulan November nanti berkenaan dengan hari ulang tahun Provinsi, juga akan diselenggarakan Food Festival di Bangka dan di Belitung,” lanjut Gubernur.

Gubernur dengan bangga memperkenalkan sebuah applikasi untuk ponsel pintar hasil buatan anak asli Pangkalpinang yang bernama “Lalaper”. Selain Lalaper, juga ada applikasi lainnya seperti “Lamuter”, “Laseger”, “Lapinter” . Gubernur menjelaskan bahwa perangkat lunak Lalaper ini merupakan istilah, dimana kata “Lah” adalah sebuah istilah dalam bahasa Bangka. Dengan Lalaper ini memiliki sistem yang unik mengetahui berbagai macam kuliner di Bangka Belitung. “Makanannya mulai dari empek-empek yang dari mentok, atau otak-otak dari Belinyu ada di Lalaper ini. Tinggal di “klik” untuk membeli jumlah kuantitasnya, kemudian bisa diantar, hingga estimasi waktunya barang tiba pun dapat diperkirakan,” jelas Gubernur.

Saat ini konten Lalaper sedang dalam masa penjajakan, Gubernur juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa UMKM yang mau masuk kedalam sistem ini (bergabung) tidak perlu membayar, karena telah difasiltasi oleh pemerintah provinsi. Hal ini untuk memberikan kemudahan dalam hal transaksi antara penjual dan pembeli.

Sedangkan untuk Lamuter, Gubernur mengungkapkan applikasi ini akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, dimana saat ini pemprov juga sedang melakukan penjajakan dengan Google. Gubernur berharap nantinya pariwisata-pariwisata di Babel ini dengan berbagai macam fasilitas yang tersedia dapat dengan mudah diketahui informasinya oleh pengguna hingga mendetail. Gubernur juga mengatakan bahwa sistem tersebut rencananya sudah siap untuk digunakan pada bulan November nanti.

“Insya Allah, November nanti sistem ini akan clear, dan akan dilaunching. Food Festival mempunyai makna yang cukup berarti yaitu kita membangun kesuksesan pariwisata Bangka Belitung. Mudah-mudahan dengan sedikit sentuhan, Bangka Belitung akan mendunia,” tutup Erzaldi yang dilanjutkan dengan pemulukan gendang sebagai tanda diresmikannya Food Festival.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo