Gubernur Bantu Cari Solusi Persoalan UMKM

PANGKALPINANG – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengeluh mengenai sulitnya mendapatkan bahan baku makanan olahan hasil laut. Selain itu harga bahan baku tidak stabil, terutama bahan baku keripik cumi (kritcu) yakni telur cumi. Biasanya pelaku UMKM bisa mendapatkan telur cumi seharga Rp90 ribu per kilogram, namun sekarang harganya sudah mencapai Rp130 ribu.

Salah satu strategi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni melakukan intervensi untuk menetapkan harga bahan baku tersebut. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, hasil laut seperti telur cumi harusnya tidak naik. Untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan bahan baku, pemerintah bisa mengeluarkan harga eceran tertinggi.

Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa mengakomodir kepentingan UMKM dengan cara menampung bahan baku. “Pelaku UMKM bisa membeli seharga yang telah ditetapkan, HET tertinggi Rp90 ribu,” kata Gubernur saat meninjau Bazar Hasil Perikanan di halaman Kantor DKP Bangka Belitung, Rabu (14/6/2017).

Pantauan Babelprov.go.id di lokasi Bazar, berbagai jenis makanan olahan hasil laut seperti kritcu, kerupuk, getas, rusip, empek-empek serta berbagai jenis makanan olahan lainnya. Tak hanya itu, sebab terdapat UMKM yang menjual ikan tenggiri dengan harga murah. Biasanya di pasaran harga tenggiri mencapai Rp85 per kilogram, namun di bazar ini hanya Rp65 ribu per kilogram.

Berbagai saran disampaikan saat Gubernur melihat produk makanan olahan. Salah satu saran yakni, agar pelaku UMKM memperhatikan kemasan produk. Mengemas produk harus sesuai standar dan menarik konsumen untuk membeli. Kendati demikian, pemerintah tak tinggal diam. Pasalnya pelaku UMKM akan dibantu melalui program Dekranasda.

Gubernur menilai bazar ini sangat baik dan hendaknya jangan hanya digelar saat Ramadan. Sebab menurutnya, kegiatan seperti ini bisa digelar tiga bulan sekali. Mengenai tempatnya tetap di halaman Kantor DKP, namun pelaku UMKM peserta bazaar harus bergantian. Masyarakat juga harus mendapatkan informasi mengenai keberadaan bazar.

Tujuan pelaksanaan bazar tiga bulan sekali untuk mengetahui perkembangan produk UMKM. Gubernur menjelaskan, pemerintah dapat melakukan pembinaan. Produk lama bisa diperbaiki dan ditingkatkan, selain itu dapat mengetahui jika terdapat produk baru. Pelaku UMKM juga bisa berinteraksi dengan pedagang hasil laut. Sehingga harga bahan baku menjadi lebih murah.

“Pelaku UMKM juga harus menyadari jika produk tidak laku dijual. Bisa saja produk tersebut tidak nyaman, bentuknya tidak bagus dilihat atau packaging tidak menarik. Namun tak kalah penting produk yang dihasilkan harus halal. Tahun ini dan tahun depan pemerintah membantu menerbitkan sertifikat halal untuk 1000 produk secara gratis,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky