Gubernur Bersama Kapolda Babel Terus Awasi Peredaran Pupuk di Babel

PANGKALPINANG - Gubernur bersama Kapolda Babel akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap distributor-distributor pupuk di Babel. Pengawasan ini menjadi langkah utama Gubernur dalam menyikapi kembali ditemukannya peredaran pupuk palsu di Babel oleh Satgas Pangan, Kamis (31/08/2017).

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, sangat menyambut baik atas langkah penangkapan oleh  tim Satgas Pangan Polda Babel. “Ini harus menjadi kejadian terakhir di Babel,” tegas Gubernur saat melangsungkan Press Conference di Gudang Pupuk Jalan Selan, salah satu tempat ditemukannya pupuk kadalursa yang diduga masuk dari Medan dan Malaysia

Setidaknya ditemukan 223 ton pupuk kadaluarsa yang terbagi menjadi dua, 123 ton di Bangka dan 100 ton lainnya di Belitung yang telah diuji Laboratorium oleh Dinas Pertanian Babel. Ini merupakan temuan ke 4 (empat) kalinya di Babel, sehingga Gubernur bersama Kapolda Babel menganggap penting untuk menyikapi secara preventif (mencegah) agar masuknya pupuk kadaluarsa maupun pupuk palsu di Babel tidak terus terjadi.

 “Efek jeranya belum ditakuti oleh para distributor,” ungkapnya. Menyikapi hal tersebut, Erzaldi Rosman tentunya bekerjasama dengan pihak kepolisian akan mengumpulkan para distributor pupuk untuk menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan mereka sebagai distributor pupuk karena penggunaan pupuk kadaluarsa terlebih palsu akan berefek sangat merugikan petani di Babel.

Gubernur tidak berkenan atas penggunaan pupuk yang tidak tepat oleh petani, sebab hal ini sangat berpengaruh terhadap asumsi hasil panen petani pada sektor pertanian di Babel yang juga berefek pada target capaian rata-rata Nasional.

Brigjen Pol Anton Wahono, Kapolda Babel pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa tersangka akan dikenakan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman. “Tersangka akan dikenakan Pasal 62 dan Pasal 8 dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun, serta denda sebesar Rp 2 Milyar dari undang-undang Perlindungan Konsumen.” Tegasnya.

Kapolda Babel merasa berkewajiban untuk melindungi masyarakat, dalam kasus ini adalah petani. Mengingat lada merupakan hasil pertanian yang sekaligus sebagai ciri khas Babel sebagai penghasil lada yang berkualitas. “Untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah, saya memerintahkan kepada timsus bersama Dinas Pertanian untuk menegakkan hukum ini tanpa pandang bulu.” Jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, dijelaskan Anton bahwa penegakkan hukum terkait pupuk kadaluarsa dan pupuk palsu ini tidak akan berhenti sampai disini. Tim akan terus melakukan tindakan dengan langkah perventif seperti pemanggilan distributor pupuk diseluruh Babel untuk penekanan kualitas pupuk dan perlindungan konsumen khususnya para petani yang sangat dirugikan. “saya sudah usulkan kepada Bapak Gubernur untuk mencabut izin distributor yang tidak bisa berkerjasama dengan baik.” Tegasnya.

“ Saya dan Bapak Gubernur sudah berkomitmen, tersangka tidak akan diberikan penangguhan penahanan untuk menimbulkan efek jera.” tambahnya dengan tegas.

Dinas Pertanian Segera Menindaklanjuti

Pada Senin depan (04/09), Gubernur akan bertemu dengan Sekjen Kementerian Pertanian RI sekaligus Dirjen Peternakan dan Pertanian untuk berkoordinasi beberapa hal terkait pupuk di Babel. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Babel diminta untuk bersosialisasi dengan para petani, agar petani tidak menggunakan pupuk yang kadaluarsa ataupun pupuk palsu yyang dikhawwatirkan telah sampai ketangan Petani.

Dikatakan Toni Batubara, Kepala Dinas Pertanian Babel bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti instruksi Gubernur terkait ditemukannya Pupuk Kadaluarsa di Babel Hari ini. Menurutnya beberapa langkah akan dilakukannya segera di awal September, diantaranya Memanggil Produsen pupuk di Babel yaitu Pusri dan Petrokimia sebagai penyalur pupuk baik subsidi maupun non subsidi serta 3 (tiga) distributor dibawahnya.

Dari 5 (lima) pihak ini akan disosialisasikan terkait hal-hal yang perlu diperhatikan terutama jika produsen dan distributor ini masih menyimpan pupuk kadaluarsa dan pupuk palsu. “Secara berkelanjutan informasi ini akan turun kepada para penyalur hingga ke Petani.” Ungkapnya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp