Gubernur Gali Potensi Desa Melalui Natak Kampung

Pangkalpinang----Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan kegiatan rutin Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Natak Kampung. Kunjungan Gubernur tersebut berada di Desa Menduk Kecamatan Mendo Barat.

Kegiatan ini merupakan program yang dilaksanakan setiap minggu untuk memperkenalkan program kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga menggali potensi yang ada di setiap desa dalam rangka memajukan atau mensejahterakan masyarakat desa.

Dalam Natak Kampung ke Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Gubernur mengunjungi Pondok Pesantren Dayah Daarul Ulum, dan berdialog dengan masyarakat sekaligus memberikan siraman rohani.

Untuk mensejahterakan para warga pesantren Gubernur juga mengajak para santri dan warga pesantren untuk dapat memanfaatlan lahan yang tersedia agar dapat mensejahterakan warga pesantren serta memberi manfaat untuk masyarakat di sekitarnya.

"Lahan yang tersedia supaya ditanam sesuatu yang bermanfaat. Nanti manfaatnya untuk kalian. Dari hasil tersebut dapat memenuhi kebutuhan kalian,"ujar Gubernur.

Dalam kunjungan ini, Gubernur juga memberikan bantuan sapi kepada Pondok Pesantren (ponpes) .Bantuan sapi tersebut diharapkan dapat diternak dan dikelola oleh pengurus ponpes agar dapat dimanfaatkan hasil ternaknya dan kotoran yang dihasillan dapat dijadikan pupuk kompos untuk kebutuhan perkebunan warga. 

"Nanti Pemerintah Provinsi akan membantu sapi. Kotoran sapi dapat dikelola menjai pupuk, itu bagus untuk lada, jangan pakai pupuk kimia," tukas Gubernur.

Selain itu, Gubernur uga melihat potensi yang luar biasa yang bisa dikembangkan, terutama Sungai Mendo yang menyimpan potensi laut, ikan sungai dan udang.

"Kite liet disini banyak potensi alam e, kayak udang satang yang kite makan tadi, ikan sungai, kayu yang sekarang ni jadi mata pencarian penduduk sini,"ujar Gubernur.

Dulunya, melalui sungai ini masyarakat pergi ke Palembang untuk menuntut ilmu menggunakan kapal. Hal ini menjadi nilai tambah sungai yang ada di menduk tersebut.

Pada ponpes yang masih sederhana ini, ia meminta agar tetap menjadi pondok yang menjadi tempat mendidik anak-anak, dan menciptakan santri yang paham agama.

"Harus mampu mendorong, anak-anak untuk belajar. Zaman sekarang ini kenakalan anak remaja luar biasa, karena tidak ada dasar agama, maka diperlukan pemahaman agama yang kuat," ingatnya.

Usai memberikan kata sambutan Gubernur menyerahkan santunan kepada anak yatim di ponpes dan warga Mendo yang kurang mampu serta bantuan sembako dari BAZNAS.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nita