Gubernur Hadiri Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh-OP Tahun 2016

PANGKALPINANG – Kamis pagi (9/3/2017), Kantor Pajak Pratama Pangkalpinang menggelar kegiatan Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh-OP Tahun 2016 Melalui E-Filing bersama Gubernur dan Forkopimda Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Ruang Pertemuan Pantai Pasirpadi Lantai III Kantor Gubernur Babel, Air Itam Pangkalpinang.

Selain Gubernur kepulauan Bangka Belitung Rustam Effendi, penyampaian spt melalui e-filling, juga dilakukan oleh forum koordinasi pimpinan daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penyampaian SPT tersebut ditandai dengan pencetakan bukti penerimaan surat atau dokumen perpajakan.

Disamping itu, dilaksanakan juga penyerahan penghargaan kepada wajib pajak terbesar orang pribadi dan badan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka, KPP Pratama Pangkalpinang dan KPP Pratama Tanjungpandan.

Tercatat sebelas wajib pajak yang menerima penghargaan dan plakat. Yaitu; PT Timah terbuka, CV Bangun Era Sejahtera, PT Babel Inti Perkasa, CV Dua Serangkai, Darwin Hartono, PT Venus Inti Perkasa, CV King Co, CV Maju Jaya, Hendry Haryono, Yudhy, dan Harun Tjhia.

Gubernur Rustam Effendi mengatakan, salah satu pilar kehidupan bernegara adalah partisipasi warga negara dalam menunjang pembiayaan bernegara dan pembangunan melalui pajak.

Rustam menyebutkan, sumber utama penerimaan negara adalah dari pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai serta pajak bumi dan bangunan. Saat ini, peranan perpajakan nasional terhadap APBN mencapai sekitar 80%.

Dikatakan gubernur, kegiatan pekan penyampaian SPT tahunan untuk mengingatkan warga negara, agar memenuhi kewajiban membayar dan melaporkan pajaknya, melalui kantor pelayanan pajak.

Sementara itu, kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Ismiransyah M Zein, dalam laporannya mengatakan, perlunya dukungan semua pihak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar dan melaporkan pajaknya.

Dirinya berharap, penerimaan pajak dari Bangka Belitung lebih meningkat. Kondisi tersebut diharapkan juga berdampak pada kenaikan harga komoditi nasional di daerah.

Ia pun menambahkan, bahwa penyampaian SPT tahunan PPh OP melalui e-filing dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Hal ini merupakan salah satu bentuk inovasi layanan yang terus ditingkatkan oleh DJP.

Dalam kesempatan ini pula Kepala KPP Pratama Bangka Dwi Hariyadi dan Kepala KPP Pratama Pangkalpinang Fadjar Julianto mengingatkan bahwa batas akhir program amnesty pajak terakhir tanggal 31 Maret 2017, serta menghimbau agar wajib pajak dapat mengikuti program tax amnesty tersebut.

Selanjutnya ia juga diinformasikan bahwa setelah batas waktu tersebut bagi wajib pajak yang tidak mengikuti program tax amnesty atau mengikuti program tax amnesty tetapi tidak melaporkan seluruh hartanya, apabila ditemukan harta yang belum atau belum sepenuhnya dilaporkan maka atas harta tersebut dikenai Pajak Penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku ditambah dengan sanksi administrasi perpajakan berupa kenaikan sampai dengan sebesar 200%. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo Tabarani
Fotografer: 
Khalimo Tabarani
Editor: 
Noviansyah