Gubernur Janji Data Ulang Penerima Raskintis

Pangkalpinang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung janji akan melakukan pendataan ulang penerima beras miskin gratis (raskintis). Hal tersebut dilakukan agar pendistribusian raskintis menjadi tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu, tepat harga dan tepat administrasi.

“Memang ada perubahan data penerima raskin, dan itu akan disinkronkan kembali. Informasi yang disampaikan warga akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam penyaluran raskintis ke depan,” kata Gubernur saat acara Agenda dan Informasi Gubernur Menyapa RRI Bangka Belitung, Rabu (25/3/2015).

Acara kerja sama Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan RRI Bangka ini secara langsung disiarkan dari Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Selain Gubernur, terdapat beberapa kepala instansi terkait data dan pendistribusian raskintis tersebut.

Kebersamaan dan informasi akurat sangat dibutuhkan. Ia menambahkan, pendistribusian raskintis diperuntukan bagi rumah tangga sasaran. Terdapat beberapa kendala dalam melakukan pendistribusian tersebut, di antaranya persoalan cuaca dan proses pengiriman beras.

“Informasi dari masyarakat menjadi masukan, sehingga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya. Selama ini saya hanya mendapatkan laporan sepihak, untuk itu perlunya informasi yang benar dari masyarakat,” tegasnya.

Warga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung penerima raskin patut bangga. Pasalnya hanya di Negeri Laskar Pelangi ini pembagian raskin dilakukan secara gratis. Di beberapa provinsi lain, masyarakat penerima raskin masih dikenakan biaya pendistribusian beras tersebut.

Gubernur terbuka terhadap informasi dari masyarakat. Ia mengungkapkan, tak menutup kemungkinan masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai persoalan raskintis secara langsung. Jika penyampaian informasi tidak dapat secara langsung di kabupaten/kota, maka masyarakat dapat langsung ke pemerintah provinsi.

Raskin merupakan program nasional, sehingga pemerintah daerah harus melakukan hal tersebut. Kendati demikian, upaya untuk melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas lahan-lahan pertanian tetap dilakukan, termasuk mengatasi persoalan pengairan di kawasan pertanian.

“Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan di Bangka Belitung. Jika masyarakat sudah tidak miskin, maka tidak perlu lagi pendistribusian raskin. Saya sudah ke beberapa daerah untuk melihat kondisi pengairan,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari | Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Surianto | Fajrina
Editor: 
Huzari