Gubernur: Keluarga Menjadi Pertahanan Terakhir Bangsa

SUNGAILIAT – Puncak Hari Keluarga Nasional ke-24 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipusatkan di Tamansari – Sungailiat Kabupaten Bangka pada Jum’at (28/07). Dengan mengusung tema “Dengan Hari Keluarga Nasional, Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan”, Hari Keluarga Nasional ke-24 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berlangsung meriah.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus Ketua Panitia Hari Keluarga Nasional ke-24 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hj. Melati Erzaldi menyampaikan bahwa acara Hari Keluarga Nasional Tingkat Provinsi sudah dilaksanakan dengan beberapa agenda kegiatan.

“Sebelum acara puncak Harganas Tingkat Provinsi, Panitia Harganas Provinsi bersama-sama dengan Panitia Harganas Kabupaten Bangka telah melakukan beberapa agenda kegiatan, seperti pameran dan gelar dagang usaha peningkatan pendapatan keluarga, pembinaan dan pelayanan keluarga berencana, maupun pertemuan kader Keluarba Berencana se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 27 Juli 2017,” lanjut Melati.

Bupati Bangka, Tarmizi H. Saat dalam sambutan selamat datang menyampaikan bahwa Bangka Bermartabat bertekad merefleksikan harkat kemanusiaan yang tercermin dalam pelayanan publik yang tangguh.

“Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Bangka melakukan program-program yang langsung bersentuhan dengan layanan kependudukan, seperti Bangka Mudah Mendapatkan Akta, Perburuan Anak Putus Sekolah, Perburuan Ibu Hamil Beresiko Tinggi, Perburuan Orang Tua Hidup Sendiri, dan Rumah Layak Huni. Kesemuanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka dalam rangka mengaktualisasi kesejahteraan keluarga dan membantu sesama manusia,” ujar Tarmizi.

Ambar Rahayu, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN menyatakan setiap tanggal 29 Juni selalu diperingati Hari Keluarga Nasional. Masih banyak tantangan dalam keluarga Indonesia. Dan kini saatnya momentum untuk kembali berkumpul bersama keluarga, berinteraksi kembali dengan keluarga, dan memberdayakan lingkungan di sekitar keluarga. Menurut Ambar Rahayu, keluarga dapat dijadikan wahana untuk menerapkan 8 (delapan) fungsi keluarga agar dapat mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas.

“Keluarga merupakan unit terkecil yang efektif. Daya ungkit dan sinergitas program serta menggerakkan PKK dan organisasi wanita yang lain merupakan upaya agar sebuah keluarga dapat berperan aktif untuk membentuk ketahanan keluarga. Mari kita hindari pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan narkoba agar generasi reproduksi Indonesia sehat, cerdas, ceria, yang muda yang berencana,” harap Ambar.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengungkapkan bahwa keluarga adalah pertahanan terakhir dalam suatu lingkungan. Pada saat sekarang banyak keluarga menjadi lemah akibat perkembangan informasi. Akibatnya anak lebih cenderung berkomunikasi kepada orang yang bukan menjadi keluarganya.

“Ketahanan keluarga menjadi modal untuk ketahanan bangsa. Bangsa akan kuat jika keluarga kuat. Agar remaja kuat, diharapkan agar kabupaten kota dapat membentuk Komunitas Genre (Generasi Berencana) yang mempunyai tujuan mulia merencanakan masa depan yang lebih baik. Dan sebelum menikah, ada prasyarat pranikah, yaitu sertifikat pranikah agar mereka siap menjadi orangtua yang bertanggung jawab,” harap Gubernur.

Gubernur berharap agar setiap kabupaten dan kota dapat mensukseskan program daerah layak anak dan pemberdayaan perempuan.

Terkhusus kepada Kabupaten Bangka, Gubernur berharap Bupati Bangka dapat meyediakan lahan kosong yang akan dibuat Ruang Terbuka Hijau, dan Ruang Terbuka Hijau tersebut akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai tempat bagi anak-anak untuk bermain, belajar dan berinteraksi diantara mereka.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ahmad Fauzan Syahzian