Gubernur: Kembangkan Komoditas Lada Untuk Tingkatkan Nilai Ekspor

Bangka Tengah - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Komoditi Lada Nasional di Ballroom Restoran Gale-Gale, pada Selasa (15/05/2018).

Rakor yang mengusung tema "Mengembalikan Kejayaan Rempah Nasional" juga dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Perwakilan dari Provinsi Bengkulu dan Lampung, Kepala Dinas Pertanian Bangka Belitung, serta para petani lada.

Kesempatan tersebut menjadi ajang Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk mengajak Kementerian Pertanian dan pimpinan daerah yang hadir untuk dapat berdiskusi secara bersama dalam membahas perkembangan komoditas lada dengan harapan untuk mengembalikan kembali kejayaan rempah - rempah di Indonesia.

Menurut Gubernur, lada merupakan komoditi yang dapat memberikan kesejahteraan. Oleh karena itu alah satu tujuan datangnya negara penjajah ke Indonesia adalah untuk menguasai rempah rempah, termasuk lada.

Gubernur juga mengutarakan kualitas lada Indonesia lebih baik dari negara lain. Namun dibalik hal tersebut lada Indonrsia banyak diekspor keluar dan diekspor kembali ke Indonesia.

"Kualitas lada kita memiliki tingkat kepedasan sangat tinggi, yaitu 6,7 persen dibandingkan dengan negara lainnya hanya berkisar pada angka 3 persen saja. Oleh karena itu lada kita sering digunakan sebagai campuran," kata Gubernur.

Gubernur berharap supaya rakor ini menjadi tempat bediskusi bersama dengan satu pandangan dan tujuan yang sama yaitu menjaga kualitas lada yang dihasilkan dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani lada.

Selain itu, Gubernur Erzaldi menyampaikan agar untuk tahun depan penyelenggaraan konferensi negara penghasil rempah-rempah dapat diselenggarakan di Indonesia.

"Sejak 2014 sampai sekarang, Singapura dan Vietnam menjadi negara pengekspor ke Amerika dan Eropa sedangkan ekspor Indonesia ke negara tersebut sudah berkurang," ujar Gubernur.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus mengambil peluang untuk menjadi tuan rumah pertemuan rempah dunia. "Karena dimulai dari sini posisi tawar kita sangat kuat sebagai negara penghasil rempah-rempah," harap Gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Erwin Inradio
Fotografer: 
Erwin Inradio