Gubernur : Masyarakat Islam Jangan Mudah Dipecah-belah

PANGKALPINANG– Masyarakat Islam jangan mau dipecah-belah. Masyarakat Indonesia tidak perlu meniru negara lain. Kebhinekaan dan keragamana di Indonesia telah membuat umat hidup berdampingan serta mempertahankan kebersamaan sampai sekarang. Jangan dikarenakan perbedaan agama atau perbedaan mazhab membuat umat terpecah.

Demikian disampaikan Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat acara berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan dan masyarakat Bangka Belitung di rumah dinas gubernur, Kamis (22/6/2017). Selain berbuka puasa bersama, kesempatan ini dimanfaatkan Gubernur menyampaikan santunan dan pemberian sembako.

Masyarakat Islam Bangka Belitung harus menjadi umat cerdas dengan berpegang teguh pada Alquran. Ia menegaskan, apapun yang diajarkan namun keluar dari ajaran Alquran dan sunah Nabi Muhammad SAW, hendaknya tidak diikuti. Ini menjadi tantangan bersama, sebab radikalisme sekarang ini sangat tinggi.

“Hanya gara-gara tidak paham mengenai sebenarnya Islam dan perjuangan Islam menimbulkan radikalisme. Dunia komunikasi sangat mudah, orang mudah menjadi ustadz, mudah menjadi guru hanya bermodal handphone. Untuk itu kehidupan beragama kita harus betul-betul diperhatikan dan dipelihara, jangan terpecah belah,” tegasnya.

Jika masyarakat Bangka Belitung telah menjadi umat Islam cerdas, Gubernur yakin kebijakan keagamaan selalu dapat membawa kepada kemakmuran umat. Kebijakan nantinya mengarah untuk kemakmuran umat. Rumah dinas gubernur, Gedung Mahligai ini dapat menjadi tempat masyarakat belajar mengaji Alquran.

“Namun nanti nama Gedung Mahligai diganti menjadi Pondok Umat, nama ini lebih segar mendengarnya. Manfaatkan tempat ini untuk melatih qori Bangka Belitung yang akan dikirim ke STQ tingkat nasional. Selain itu kita ingin meningkatkan zakat, sedekah dan infak. Niat bersama Baznas ada dua pilihan, membangun dunia pendidikan atau rumah sakit Islam,” paparnya.

Ia menambahkan, pembangunan menggunakan dana sedekah dan infak. Sedangkan zakat harus diberikan kepada umat yang berhak menerima. Pergub zakat harus dijalankan dan ditingkatkan menjadi perda zakat. Insya Allah dapat mendorong umat yang belum membayar zakat untuk mengeluarkan zakatnya demi kemajuan umat.

“Kalau sudah ada perda, sekitar November ditetapkan tanggal bayar zakat dan tanggal pemberian zakat kepada umat penerima zakat. Jika hasil zakat sedikit, maka Baznas dari kabupaten dan provinsi akan menambah, sehingga kekuatan bantuan tersebut menjadi lebih besar,” jelasnya.

Seminar Halal Internasional

MUI Bangka Belitung sudah mengadakan pra kongres. Sebab Bangka Belitung akan menjadi tuan rumah seminar halal internasional. Mulai September nanti, Pangkalpinang menjadi tempat pertemuan-pertemuan internasional. Diharapkan dengan banyaknya pertemuan bertaraf internasional, dapat membuat produktivitas masyarakat tinggi.

“Jika masyarakat rajin, InsyaAllah perputaran uang di Bangka Belitung lebih banyak. Intinya kita ingin berkah dan diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebab banyak duit namun tidak berkah akan percuma. Mudah-mudahan apapun yang kita lakukan berujung keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky