Gubernur Serukan Kepada Para Siswa Untuk Hindari NAPZA dan Cegah Pemakaian Obat Terlarang

Pangkalpinang – “ Kondisi peredaran dan penggunaan NAPZA dan obat terlarang saat ini sudah sangat bahaya sekali, mari bersama-sama kita cegah hal tersebut,” tegas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat menyampaikan sambutan pada seminar Tindak Lanjut Aksi Nasional dengan tema “ Generasi Muda Berprestasi Tanpa NAPZA “ hari Senin (06/11/2017) di Hotel Novotel. Seminar tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang diikuti oleh kurang lebih perwakilan 150 peserta siswa/i tingkat SMP dan SMU/SMK/ MTS dan perwakilan para guru. Selain dihadiri para pelajar dan guru, turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur FORKOMPIMDA (meliputi unsur Kepolisian, TNI AL, Kejaksaan) Kepulauan Bangka Belitung, dan BNNP Kepulauan Bangka Belitung.

Seruan kewaspadaan dan pencegahan dini tersebut akan memasuki masa bonus demografi yakni suatu kondisi dimana jumlah penduduk dengan angkatan kerja muda produktif yang besar dan menjadi subjek yang sangat rentan atas tawaran dari penggunaan NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat Adiktif lainnya) terlarang dan illegal. 

“Saya sangat senang hadir mengikuti kegiatan seminar ini, karena yang paling rentan akan pengunaan NAPZA dan obat terlarang adalah kalangan siswa atau usia remaja. Kalau tidak bisa cegah peredaran NAPZA ini, kita tidak akan bisa mendapatkan bonus demografi. Kita berharap generasi muda  tidak tercemar oleh NAPZA dan obat-obatan terlarang,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengungkapkan melalui kegiatan seminar ini para siswa yang telah dibekali dengan materi tentang bahaya dari penggunaan NAPZA dan obat-obat terlarang dapat lebih waspada dan sekaligus menjadi agen atau duta guna menyampaikan bahaya atas penggunaan NAPZA dan obat-obat terlarang.

Seruan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K Lukito bahwa pentingnya kewaspadaan atas bahaya NAPZA dan penggunaan obat-obat terlarang khususnya di kalangan generasi muda saat ini. “Saat ini tantangan kedepan yang dihadapi generasi muda saat ini dalam bentuk yang tidak terlihat melalui obat –obatan yang bisa memberikan efek candu sehingga generasi muda menjadi tidak produktif karena penggunaan zat-zat tersebut’, tegas Penny.

Lebih jauh Kepala Badan POM Penny K Lukito mengajak kepada para pelajar yang hadir dalam kegiatan seminar siang itu, untuk waspada dan aktif dalam bentuk kegiatan positif. “Ancaman bagi generasi muda sekarang adalah sesuatu yang tidak terlihat dalam bentuk proxy war yang sangat mengancam. Untuk itu saya mengajak untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan positif seperti organisasi kepramukaan, atau OSIS dan waspada terhadap ancaman segala bentuk dari NAPZA dan obat-obat terlarang,” jelas Penny.

Seruan pentingnya kerjasama seluruh stakeholder guna mencegah penggunaan NAPZA dan obat-obat terlarang atau ilegal juga disampaikan Penny. "Badan POM mengajak masyakarat dan juga stakeholder pemerintah dan aparat penegak hukum agar bersama-sama waspada terhadap bahaya NAPZA dan obat-obatan terlarang. Ini yang merupakan salah satu dari bagian dari kejahatan kemanusiaan yang harus diwaspadai," ungkap Penny.

Dalam kegiatan seminar tersebut  juga dilaksanakan 3 (tiga) penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) meliputi MoU antara Badan POM dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Konsumen Melalui Pengawasan Obat dan Makanan Terpadu, MoU Badan POM dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) tentang Kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat dan ketiga MoU Balai POM dengan Kwarda Gerakan Pramuka.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani