Gubernur Temui Menteri Kesehatan, Ini yang Disampaikan

PANGKALPINANG—Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek, di ruang Cut Mutia Lantai 2 Kemenkes Jakarta, Senin (1/7/2019).

Pertemuan itu membicarakan berbagai hal terkait dengan pembangunan bidang kesehatan di Bangka Belitung. Menurut Kepala Diskominfo Babel, Sudarman, dalam pertemuan itu Gubernur menyampaikan bahwa Babel masuk dalam 7 provinsi dari 34 provinsi dengan capaian riset kesehatan dasar yang baik.

Turut mendamping Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan Babel Mulyono Susanto, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Babel (RSUP) DR. Ir. Soekarno, Direktur RS Jiwa Babel, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, dan Direktur RSUD Bangka Tengah.

Selain itu dikatakan Sudarman, dalam audensi dengan Menkes itu Gubernur juga menyampaikan bahwa sejumlah rumah sakit di Bangka Belitung kekurangan dokter spesialis. “Kita di Bangka Belitung kekurangan sumber daya manusia seperti dokter spesialis dan sub-spesialis, terutama di Kabupaten Bangka,” kata Gubernur kepada Menteri.

Hal lain yang disampaikan Gubernur terkait dengan angka penderita kanker di Bangka Belitung cukup mengkhawatirkan di mana angkanya di atas nasional. Untuk itu pihaknya terus mengembangkan gedung dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Provinsi Babel (RSUP) DR. Ir. Soekarno. Dengan semakin baiknya gedung dan fasilitas, maka penderita kanker nantinya tidak perlu lagi berobat ke Jakarta atau ke luar negeri, tetapi bisa ditangani oleh RSUP DR. Ir. Soekarno.

Dikatakan Gubernur, RS Soekarno juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit seperti RSCM, RS Harapan Kita, RS Persahabatan dan RS M Husin Palembang. Sementara itu Nila Djuwita F. Moeloek pada kesempatan itu mengakui bahwa dari pantauannya sejak dua tahun terakhir memang terjadi peningkatan dan peran yang signifikan dari RS Soekarno.

Selain itu dilanjutkan Gubernur, untuk membangun bidang kesehatan di Bangka Belitung, pihaknya akan mendirikan Akademi Teknik Elektro Medis di Babel. Mendengar usulan itu, Menteri Kesehatan menyambut baik rencana tersebut. “Ini program yang mesti diutamakan,” kata Menkes.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
rilis