Gubernur: Tuntaskan Program yang Belum Tuntas

Bangka Tengah –  Terdapat beberapa strategi pembangunan terangkat saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2016, di Novotel Hotel, Rabu (8/4/2015). Salah satu strategi tersebut yaitu menuntas program yang belum tuntas.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, ada beberapa strategi dalam percepatan pencapaian target pembangunan di antaranya, melanjutkan program yang baik, menuntas program yang belum tuntas, memberikan dukungan program sedang dijalankan, reposisi dengan menerapkan strategi baru, dan reorientasi menyusun kegiatan baru bersifat terobosan, inovatif sesuai perkembangan dan tantangan.

“Tuntaskan program yang belum tuntas. Perencanaan pembangunan berkualitas, transparan dan akuntabel menjadi tolak ukur akuntabilitas dan profesionalisme kinerja dalam penilaian pelayanan publik dewasa ini,” tegas Gubernur saat membuka secara resmi acara awal Musrenbang RKPD, Rabu (8/4/2015).

Perencanaan pembangunan yang tidak transparan dan akuntabel, jelasnya, menimbulkan pencitraan negatif terhadap kualitas pelayanan aparatur pemerintah. Musrenbang ini merupakan rangkaian proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah tahun 2016. Filosofi musrenbang sesungguhnya bentuk demokrasi dalam penyusunan perencanaan di negeri ini.

“Ada peran dan keterlibatan masyarakat secara langsung pada setiap tahapan penyusunan perencanaan,” ungkapnya.

Perencanaan tahun 2016, merupakan implementasi tahun keempat dari perjalanan RPJMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2012-2017. Ia menambahkan, berbagai strategi dan kebijakan perencanaan harus disusun dengan baik sebagai upaya percepatan pencapaian target pembangunan.

Ada beberapa kriteria harus diperhatikan dalam menyusun perencanaan. Ia menjelaskan, perencanaan harus memiliki korelasi terhadap pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD 2012-2017, merupakan respon relevan terhadap isu strategis dan masalah mendesak dan faktual tahun 2016. Tak hanya itu, program dan kegiatan terpilih harus menyentuh secara langsung upaya pemecahan masalah mendasar.

Perencanaan juga perlu selaras dan konsisten dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, semua itu sebagai upaya mendukung pencapaian target-target pembangunan nasional serta sesuai dengan pagu indikatif sementara pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Tidak ada lagi program yang dapat dilaksanakan jika tidak termuat dalam RKPD. Hal itu penting diketahui, mengingat saat ini investigasi terhadap audit kinerja sudah dimulai dari proses perencanaan. Saya minta kepala Bappeda konsisten mengawal proses ini sampai tersusunnya APBD,” tegasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, salah hal penting dan fokus dalam menyusun kegiatan yaitu menekan angka inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Semua harus bersinergi dan bekerja sama dengan baik agar cita-cita tercapai. Penggunaan dana bantuan pemerintah juga harus selektif, prioritas, fokus, akuntabel dan transparan.

Menyinggung mengenai evaluasi program pembangunan, Gubernur mengatakan, pemerintah provinsi harus mengefektifkan laporan tiga bulan sekali. Progress pelaksanaan dipantau agar tidak ada lagi kegiatan numpuk di akhir tahun. Ini dilakukan agar dapat diketahui masalah penghambat pelaksanaan program.

“Musrenbang ini merupakan proses penting dalam memperkuat ekonomi dan pembangunan serta memperkuat koordinasi antara pusat dengan daerah,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari