Hanif : 3 Isu Pokok Masalah Ketenagakerjaan

Tanjung Pandan - Ada tiga isu pokok menyangkut masalah ketenagakerjaan yang menjadi perhatian utama saat ini yakni,  Sumber Daya Manusia, hubungan industrial dan Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri.
 
"Peningkatan SDM menjadi salah satu fokus utama. Untuk mewujudkan bangsa yang besar, bangsa Indonesia perlu memiliki SDM yang berkualitas dan berdaya saing yang kompetitif,"  ungkap Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M Hanif Dhakiri ketika membuka acara Naker Expo 2015 di tanjung pendam Kabupaten Belitung, Kamis (26/11/2015).
 
Hanif mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi bangsa yang besar dan kuncinya ada pada dua hal yakni investasi dan pengembangan SDM. Pengenmbangan SDM ini benar-benar harus diprioritaskan untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang besar.
 
"Saya mengajak seluruh petinggi di negara ini untuk benar-benar bisa mengkonkritkan dan jangan hanya sebatas omongan. Sebagai bangsa, kualitas SDM sangat penting untuk bisa melakukan lompatan untuk menjadi bangsa yang besar," jelasnya.
 
Lebih jauh Hanif mengatakan saat ini di Indonesia angkatan kerja berjumlah 122 juta orang yang terdiri dari 114 juta orang yang bekerja dan 7,5 juta adalah pengangguran. Ia juga melanjutkan dari 114 juta orang yang bekerja, 90 persennya adalah dari lulusan SMA kebawah.
 
"Dengan kondisi angkatan kerja yang seperti saat ini, maka kita akan sulit untuk mengembangkan industri yang kompetitif, karena jika industrinya tidak kompetitif maka kita akan sulit meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
 
Lebih jauh Hanif mengatakan saat ini pemerintah pusat terus berupaya mengembangkan berbagai kebijakan guna memastikan agar investasi SDM kita agar lebih baik, mendorong perluasan kesempatan kerja melalui paket-paket pengembangan ekonomi.
 
"Ditengah situasi ekonomi global yang sulit seperti sekarang ini, kita membutuhkan kerjasama dari semua pihak, pemerintah dan dunia usaha untuk bisa mengatasi masalah tenaga kerja kita secara keseluruhan" ujarnya.
 
Selain SDM, hubungan industrial menjadi hal yang sangat penting dalam ketenagakerjaan. Jika berbicara hubungan industrial, menurut Hanif tentunya selalu berhubungan dengan kesejahteraan pekerja dan peran serikat pekerja di perusahaan.
 
"Pemerintah kedepan terus mendorong agar hubungan industrial menjadi lebih sehat dan harmonis. Hubungan industrial sehat basisnya bukanlah power relation tetapi hubungan dengan sesama manusia, hubungan sebagai faktor-faktor penting dalam proses produksi," ungkapnya.
 
Sedangkan fokus ketiga adalah Tenaga Kerja Indonesia yang keluar negeri. Menurut Hanif bahwa ini menjadi isu penting yang terus menjadi perhatian kementerian ketenagakerjaan dan kedepan revisi Undang-Undang nomor 39 sedang diproses. Tata kelola penempatan dan perlindungan TKI kedepan menjadi lebih baik dalam arti menjadi lebih cepat, lebih mudah, lebih murah dan lebih aman, tambah Hanif saat membuka naker expo.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
M Chandra
Fotografer: 
M Chandra