Hardiknas Momen Menyiapkan Generasi Penerus

Pangkalpinang – Seluruh komponen bangsa harus berperan menyiapkan kualitas sumber daya manusia, sehingga terus ada generasi membangun negeri. Sementara pemerintah bertugas menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu memberikan pemahaman, tugas pendidik tak semata-mata memenuhi rutinitas sebagai seorang guru.

Demikian disampaikan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung usai memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan upacara Kantor Gubernur, Senin (11/5/2015). “Guru harus berpikir bagaimana dapat mencerdaskan dan melahirkan sumber daya yang berkompetensi mengembangkan negeri ini,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”. Upacara peringatan Hardiknas tampak lebih ramai, pasalnya kegiatan tersebut bersamaan dengan pelaksanaan Deklarasi Program Gerakan Nasional Rahabilitasi 100.000 Pengguna Narkoba.

Saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan RI, di hadapan peserta upacara Gubernur mengatakan, pendidikan telah membuka mata generasi muda untuk membangun negeri yang modern. Dunia terpesona dengan Indonesia bukan hanya dikarenakan tata krama penduduk serta keagungan budaya, sebab dikarenakan orang-orang terdidik Indonesia yang berani mengusung ide yang ditopang moral.

“Aset Indenesia bukan potensi tambang, bukan gas dan bukan juga minyak. Aset terbesar bangsa Indenesia adalah manusianya. Tanggung jawab kita sekarang mengembangkan kemampuan sumber daya manusia. Sebab manusia terdidik merupakan kunci kemajuan bangsa,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, jangan sekali-kali mengikuti pola pikir bangsa kolonial. Sebab bangsa tersebut hanya fokus terhadap sumber daya alam saja, dan kedatangan ke Indonesia hanya mengeruk kekayaan alam. Sehingga bangsa kolonial mengetahui secara pasti kekayaan alam Indonesia. Namun bangsa tersebut tak peduli dengan sumber daya manusia di nusantara.

Kemerdekaan bukan hanya untuk menggulung kolonialisme. Menurutnya, kemerdekaan untuk mewujudkan kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jangan terlena dengan kekayaan alam, namun bangsa Indonesia harus mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Banyak masyarakat telah menikmati kesejahteraan dan semua itu dikarenakan jasa tenaga pendidik.

“Pernahkan kita mengunjungi sekolah-sekolah kita dulu, pernahkan menyapa dan bertanya kondisi guru-guru yang telah peduli. Mari kita ikut iuran untuk membuat generasi bisa meraih yang lebih baik. Iuran paling murah yaitu kehadiran, datangi guru, datangi pelajar lalu terlibat berbagi dan memajukan dunia pendidikan kita,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari