Harga Lada Murah Jangan Dijual Dulu, Petani Harus Pakai Strategi Berdagang

PENAGAN, BANGKA -- Hingga saat ini petani masih mengeluh terhadap harga lada di pasaran yang tidak sesuai harapan. Namun petani lada disarankan jangan dulu menjual lada ke pasaran, melainkan lada yang dimiliki disimpan atau dititipkan menggunakan program resi gudang. Saat harga naik, petani bisa menjualnya.

Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh petani jika menggunakan sistem resi gudang. Contohnya, petani tidak kehilangan lada miliknya, namun bisa mendapatkan uang jika menitipkan lada menggunakan program ini. Pasalnya resi yang dipegang petani bisa menjadi jaminan pihak bank.

"Kita tidak tahu kapan harga lada naik. Namun petani bisa menjual lada menunggu harga naik, jika memanfaatkan program resi gudang," saran Gubernur Erzaldi saat Safari Jumat di Masjid Al Huda, Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Jumat (14/9/2018).

Sekarang semua komoditi mengalami penurunan harga, ini dikarenakan siklus 'perang' dagang. Gubernur Erzaldi menjelaskan, pemasaran komoditas lada Indonesia harus menghadapi komoditas lada dari Vietnam. Selain itu, Kamboja juga menjadi pesaing bagi komoditas lada Indonesia.

Dulu, Kamboja hanya menguasai pasar sekitar sepuluh persen. Namun sekarang ini, komoditas lada asal Kamboja sudah menguasai sekitar 20 persen. Sementara komoditas lada Indonesia, dari dulu hingga sekarang masih bertahan diangka 26 persen. Artinya tidak terjadi kenaikan penguasaan pasar lada.

Tak hanya itu, menurut Gubernur Erzaldi, komoditas lada Bangka Belitung harus bersaing dengan lada dari Makassar, Pontianak dan wilayah Sumatera lainnya. Lada asal Bangka Belitung wangi dan putih, namun mahal. Sementara lada dari daerah lain harganya lebih murah, kendati kualitasnya di bawah lada Bangka Belitung.

"Untuk itu, jangan jual murah lada kita. Titip lada menggunakan resi gudang, lalu petani bisa mendapatkan uang senilai 75 persen dari lada yang dititipkan. Namun ada bank yang mau membayar 85 persen," kata Gubernur Erzaldi.

Pemerintah provinsi juga mencarikan solusi lain bagi petani lada. Gubernur Erzaldi menambahkan, pemerintah akan memberikan bibit gratis dan pupuk gratis. Syarat mendapatkan bibit tersebut, cukup ada kemauan petani menanam lada. Bibit yang dibagikan terbebas dari penyakit kuning.

"Jika ada kemauan, petani bisa belajar menanam lada di Pelempang. Nanti petani diajarkan bertanam, sehingga lada berusia panjang hingga tujuh tahun. Junjung yang digunakan merupakan junjung hidup, selain harga murah, junjung hidup baik bagi pertumbuhan lada," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra