Hari Kedua IMT GT 2017: Pengembangan Bisnis Pariwisata Jadi Fokus Pembahasan

Pangkalpinang – Memasuki hari kedua kegiatan IMT GT yang dilaksanakan hari Selasa (26/09/2017) di Novotel Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, terdapat dua issue yang dibahas dalam Join Business Council atau pertemuan antara para pengusaha dari tiga negara yang difasilitasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia.

Adapun issue yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peluang bisnis yang bisa terjalin antar tiga negara IMT (Indonesia Malaysia Thailand). Topik pembicaraan yang diangkat adalah peluang bisnis bidang pariwisata dan bidang perhubungan. Hal tersebut disampaikan oleh Cahyo Purnomo dari Badan Koordinasi Penanaman Modal.

“Pertemuan ini dalam rangka menjajaki peluang-peluang kerja sama para pengusaha antar tiga negara. Para delegasi sangat mendorong peluang kerjasama di bidang pariwisata dan konektivitas,” ungkap Cahyo.

Untuk pengembangan bisnis pariwisata antar tiga negara ini,  Cahyo mengungkapkan kerja sama ini merupakan peluang menarik yang dipandang positif oleh pengusaha dari Malaysia dan Thailand, dan selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan gubernur dengan menteri besar delegasi negara Malaysia dan Thailand pada hari Rabu (27/09/2017).

“Hasil dari working group  ini akan dibahas dalam pertemuan Forum Gubernur se Sumatera dengan para delegasi dari negara Malaysia dan Thailand. Dalam Working Group tersebut para pengusaha mendorong pengembangan kerjasama Islamic Tourism dan Cruise/pelayaran,” ungkap Cahyo.

Peluang pengembangan Islamic Tourism diharapkan dapat juga dikembangkan di wilayah Sumatera selain Aceh yang memang sudah memperkenalkan Islamic Tourisme melalui Serambi Mekahnya.

“Sehingga dengan adanya pengembangan bisnis Islamic Tourism ini, wisatawan mancanegara dapat menikmati atau menjelajahi daerah-daerah yang memang memungkinkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Spot Islamic Tourism,” ungkap Cahyo.

Cahyo juga menjelaskan untuk mendukung bisnis pariwisata, para pengusaha mengharapkan adanya suatu kemudahan melalui pemberlakuan satu visa kepada tiga negara Indonesia Malaysia Thailand. Melalui pertemuan ini para delegasi pengusaha mengharapkan dukungan pemerintah.

“ Jika kita ( wisatawan dari negara ASEAN) – mau berlibur ke Thailand atau Malaysia tidak membutuhkan visa, tetapi ada negara-negara tertentu dimana para wisatawan yang akan berkunjung memerlukan visa dari 3 negara IMT untuk berkunjung,” ungkap Cahyo.

Menurut Cahyo, kemudahan pemberlakukan satu visa dapat menjadi strategi yang bagus dalam bisnis pariwisata, dan selanjutnya usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani/Khalimo
Fotografer: 
Nonadp