Haryoso: Adat Selamat Laut Perlu Dilestarikan

Pangkalpinang - Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bidang Ekonomi, Keuangan Dan Pembangunan Haryoso menghadiri ritual Adat Selamat Laut, bertempat di Desa Suak Gual, Kecamatan Nasik Kabupate Belitung pada hari Minggu (04/11/2018).

Haryoso mengungkapkan Selamat Laut ini merupakan tradisi adat masyarakat Warga Suak Gual untuk memberkati perahu nelayan secara tradisi melayu atau bisa berarti permohonan keselamatan para nelayan dan rasa syukur atas hasil laut yang selama ini didapatkan.

"Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan doa masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT yg dikemas dengan berbagai macam rangkaian penampilan kesenian, kebudayaan dan permainan tradisional, " ungkapnya. 

Camat Selat Nasik Febriansyah mengungkapkan kearifan lokal Selamat Laut Suak Gual ini digagas oleh masyarakat setempat bukan hanya bertujuan sebagai permohonan keselamatan nelayan dan bentuk rasa syukur warga namun juga di kembangkan ke arah ekonomi sebagai agenda Budaya dalam peningkatan Pariwisata di Kabupaten Belitung pada khususnya dan Bangka Belitung pada umumnya.

"Harapan dalam kegiatan ini sendiri adalah sebagai pondasi dalam mewujudkan visi kecamatan selat Nasik yaitu  Mina Agro wisata yang salah satu nya wisata budaya yg nantinya bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat" lanjutnya.

Acara Selamat Laut ini sendiri dimeriahkan oleh penampilan Tari Nampan, Pencak Silat dari anak Gersik,  keroncong Stambul Fajar Pengekar Campo Suak Gual serta acara inti yang menjadi puncak dari ritual ini adalah Rimbas Tepong atau menyipratkan Tepong yang sudah dibacakan doa oleh dukun Kampong.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pariwisata kabupaten Belitung, Yusuf Kades Suak Gual, Solihin Dukun Desa Suak Gual, tokoh masyarakat serta dari berbagai lapisan masyarakat.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Indra Pablo