Hasanuddin: Pentingnya Pengawasan Terhadap Distribusi BBM dan Gas

Pangkalpinang -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Rapat Koordinasi tentang Kebijakan Pemerintah Daerah terhadap Pengawasan Bahan Bakar Minyak dan Gas di tujuh (7) Kabupaten / Kota, Bertempat di Ruang Tanjung Pesona Kantor, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa ( 07/11/2017 ). Hadir pada acara tersebut OPD terkait seperti Biro Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas ESDM

Hasanuddin, SE. MM, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan betapa penting fungsi pengawasan BBM dan Gas, karena sumber daya alam ini merupakan bahan baku strategis suatu negara. Hasanuddin menjelaskan merujuk Visi Misi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017 - 2022 adalah untuk menuju masyarakat sejahtera dengan mengedapan tata kelola pelayanan publik berbasis teknologi.

"Pelaksanaan Rakor antara stakeholder yang membidangi bidang minyak dan gas, baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, Pertamina, Agen, serta pangkalan perlu merumuskan suatu kebijakan agar tidak terjadinya kendala pendistribusian yang mengakibatkan kelangkaan gas, terutama gas 3 (tiga) kilogram," kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, terdapat banyak kendala dalam pelaksanaan konversi minyak tanah ke gas. Untuk itu perlu disikapi dengan melakukan langkah yang cepat dan tepat dengan melakukan sinergitas dan koordinasi yang baik antara pemangku kepentingan. 

Pemerintah memiliki peran dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap ketersediaan suatu barang, harga, serta tepat sasaran terhadap pendistribusian gas terutama gas 3 (tiga) kilogram. Sasaran barang-barang tersebut harus diarahkan kepada masyarakat miskin, tingkat pendapatan rendah, dan para pelaku usaha mikro.

"Permasalahan yang terjadi dapat diatasi tergantung integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memikirkan nilai sosial," ujar Hasanuddin.

Dengan jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 1,4 Juta, sejumlah 73 ribu dikategorikan masyarakat miskin. Dengan alokasi gas sebesar 25 ribu ton ditambah 10%, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak mendapatkan dengan melihat faktor permintaan dan kebutuhan masyarakat Bangka Belitung.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Erwin
Fotografer: 
Erwin