Hendra Apolo Terima Mahasiswa FISIP Universitas Bangka Belitung

Pangkalpinang – Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Hendra Apolo, menerima belasan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) pada Selasa pagi (27/11). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda ) tersebut sekiranya bukan merupakan aksi unjuk rasa atau tuntutan mahasiswa, namun merupakan kuliah umum dari para mahasiswa tersebut. 

Turut mendampingi Wakil Ketua, Anggota DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan, Saidi KM. Kuliah umum ini menurut Dosen Pembimbing mereka, Anugrah Bangsawan, adalah untuk menggali lebih dalam bagaimana peran DPRD terkait pengelolaan APBD di Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Membuka pertemuan, Hendra Apolo menjelaskan bahwa APBD di provinsi ini disusun dimulai dari menghimpun aspirasi masyarakat di Musrenbang, lalu diatur dalam pembahasan anggaran di tiap komisi dan juga dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Para mahasiswa yang hadir pun terlihat antusias mengikuti kuliah umum mereka bersama para wakil rakyat. Terlihat dari pertanyaan yang dilontarkan beberapa mahasiswa di pertemuan tersebut. Salah satu pertanyaan dari mahasiswa terkait rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD).

“Untuk RPJPD sendiri bagaimana progres dan evaluasinya, Pak? Apakah masih terkontrol?.” Tanya Nurzaini, perwakilan mahasiswa.

Pertanyaan lain datang dari Dini Aulia yang menanyakan sejauh mana keterbukaan DPRD dalam menyusun APBD.

Menjawab pertanyaan para mahasiswa, Hendra menjelaskan bahwa RPJMD dan RPJPD disusun berdasarkan visi-misi Gubernur. DPRD sebagai lembaga legislative tetap berjalan berdasarkan fungsi kinerja mereka salah satunya mengawasi jalannya RPJMD dan RPJPD agar tetap berjalan sesuai dengan konteks visi dan misi.

“Berkas RPJMD dan RPJPD ini masuk ke kemendagri, namun kami tetap control agar tidak keluar dengan konteks visi dan misi Gubernur. Meskipun ada kepentingan aneh-aneh di tiap masa pemerintahan. Ini untuk kesejahteraan masyarakat juga", jelas Hendra.

Terkait keterbukaan DPRD dalam menyusun APBD, Saidi KM menjelaskan bahwa DPRD sudah berjalan sesuai dengan prosedur. Beberapa program juga sudah dilakukan dengan indikator-indikator yang sudah terpantau dan terukur.

“Karena fungsi kami selain mengatur juga mengawasi, tentu setiap program pemerintah yang sudah diatur dalam KUA PPAS kita pantau terus dan evaluasi secara mendalam apakah ada dampaknya pada masyarakat atau tidak", jawab Saidi.

Menutup pertemuan, Hendra Apolo mengapresiasi antusiasme yang ditunjukkan oleh para mahasiswa, untuk itu ia berharap para mahasiswa ini dapat menggantikan peran mereka ke depan. Selain itu, kreatifitas dan kualitas dari para pemuda ini sekiranya dapat terasah dan dapat terus ditingkatkan.

 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Utari Marisa (Pranata Humas Sekretariat DPRD Babel)
Fotografer: 
Fardha
Editor: 
Fitra