Hindari Tindak Kekerasan dalam Keluarga, Susanti Sampaikan Lima Konsepnya

PANGKALPINANG -- Kekerasan membuat salah satu pihak tersakiti dan merasa ketidaknyamanan. Hal paling dasar harus dikuatkan yakni keluarga. Karena kekerasan paling mendasar seringkali terjadi di ruang lingkup keluarga.

Demikian dikatakan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti saat mengisi acara Sosialisasi Kekerasan dalam Rumah Tangga di Hotel Cordela Pangkalpinang, Jumat (30/11/2018).

"Begitu besar peran ibu membuat keluarga menjadi kuat. Family where the life begins and love never ends," kata Susanti pada kegiatan Dinsos PPA Kota Pangkalpinang dalam rangka peringatan ke-90 hari Ibu Tahun 2018. 

Konsep ketahanan keluarga yang mendasar, jelas Susanti, pertama legalitas berupa akta perkawinan/akta nikah. Setiap perkawinan wajib punya akta nikah dan adanya akta kelahiran untuk anak-anak.

Sedangkan yang kedua, memiliki ketahanan fisik. Menurut Susanti, anggota keluarga hendaknya memiliki fisik sehat dan kuat. Lalu poin ketiga, memiliki ketahanan ekonomi dengan memperbaiki pola pikir.

Lebih jauh Susanti menjelaskan, untuk ketahanan ekonomi dalam artian berbelanja disesuaikan dengan kebutuhan, bukan keinginan. Selanjutnya keempat, memiliki ketahanan secara sosial psikologi.

"Sehat secara psikologis dan bisa menjalankan peran, mengatur rumah tangga agar tidak tertekan secara psikis. Terakhir, ketahanan sosial budaya yakni harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar," ungkapnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Aisyah Putri
Editor: 
Huzari