Hj. Melati Erzaldi: Kita Susun Langkah Strategis Untuk Perkuat Dekranasda Babel

Jakarta  -  Dengan tema  "Membangun Sinergi Kebijakan dan Program Dekranas dalam Mewujudkan Daya Saing Global ",  Dewan Kerajinan Nasional menyelenggarakan acara Rapat Kerja Nasional 2017, bertempat di Gedung A.H.Nasution, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa ( 26/09/2017).

Dekranas merupakan suatu wadah yang mempunyai tujuan mensinergikan kebutuhan pengrajin dengan pemerintah melalui suatu arah kebijakan yang tepat agar peningkatan ekonomi masyarakat daerah dapat berkembang dengan baik. Selain itu juga diharapkan Dekranas dapat menciptakan kreativitas, mengembangkan talenta pengrajin, serta peningkatan daya saing para pengrajin sehingga memiliki nilai jual tinggi dan membuka akses pasar baik domestik maupun luar negeri.

Rapat Kerja Nasional Dewan Kerajinan Nasional diikuti sebanyak 34 (tiga puluh empat) Ketua Dekranasda Provinsi se-Indonesia dan dihadiri langsung Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Hj. Mufidah Jusuf Kalla dan Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Erni Tjahjo Kumolo. Sedangkan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihadiri langsung  Ny Melati Erzaldi selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasioanal Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam agenda tersebut, beberapa point penting yang diangkat adalah membahas program kerja dalam rangka memberikan karya nyata bagi pertumbuhan kerajinan industri masyarakat nusantara agar dapat berkembang menjadi lebih. Seperti misalnya, program prioritas Dewan Kerajinan Nasional dalam upaya pengembangan Tenun Terpadu dan sinergi program Dekranas dan  Dekranasda dengan Kementerian/Lembaga/Organisasi Perangkat Daerah. Selain itu, Rakernas Dekranas juga mengangkat pemanfaatan aplikasi, pemberian penghargaan “Dekranas Award”, dan membahas kelembagaan Dewan Kerajinan Nasional.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hj. Melati Erzaldi, S.H. mengatakan Rakernas ini diselenggarakan dalam rangka memaparkan langka strategis dalam menentukan program penguatan dan unggulan dari setiap provinsi serta mencari solusi terbaik dalam merumuskan kebijakan Dekranasda.

"Daerah Babel fokus untuk memperkuat kain cual, baik berupa songket, maupun berbentuk tenun," terang Ibu Melati Erzaldi.

Pengembangan kerajinan kain cual dapat dilakukan melalui pembinaan para pengrajin, pengembangan motif sampai dengan  pemasaran dimulai dari hulu sampai hilir.  Dan penguatan kerajinan kain cual dapat dilakukan melalui jalur pendidikan dan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan melalui kurikulum pendidikan muatan lokal. Dan masyarakat Bangka Belitung diharapkan dapat mengunjungi galeri yang menampilkan kain cual, melihat dan mempelajari proses penenunan yang baik dan benar sehingga mereka dapat mencintai warisan budaya leluhur bangsa.

" Ada salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur yang membuka kelas pendidikan setingkat Diploma dalam memepertahankan budaya kain daerah. Dan diharapkan inovasi Provinsi NTT tersebut layak kita adopsi di Babel untuk memberikan kesempatan kepada kaum muda dapat berkarya serta menciptakan generasi baru penerus pengrajin cual," ungkap Hj. Melati.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Firmansyah
Fotografer: 
Firmansyah