Impor Babel Menurun Drastis

Pangkalpinang – Tak hanya nilai ekspor mengalami penurunan. Pasalnya kondisi serupa juga terjadi pada kegiatan impor Bangka Belitung. Maret 2015, nilai impor tercatat hanya US $0,27 juta. Angka ini menurun drastis hingga 93,19 persen jika dibanding bulan sebelumnya yang menembus angka US $3,98 juta.

Herum Fajarwati Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, bulan ini Bangka Belitung tidak melakukan impor migas. Jadi penurunan nilai impor mencapai 91,78 persen hanya terjadi pada komoditi non migas. Terhitung Januari hingga Maret 2015, impor terbesar pada golongan mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar US $3,51 juta.

“Golongan mesin, pesawat mekanik menyumbang 51,52 persen terhadap total impor Bangka Belitung,” jelasnya saat konferensi pers, di Kantor BPS, Rabu (15/4/2015).

Selanjutnya, kata Herum, penyumbang terbesar kedua yaitu komoditi kapal laut dan bangunan terapung, pupuk, benda-benda dari besi dan baja serta dua golongan lainnya berperan masing-masing 0,83 dan 0,02 persen. Terdapat lima negara asal impor memberi kontribusi hingga 93,19 persen.

Sejumlah negara tersebut di antaranya, Thailand yang sebelumnya US $2,92 juta menjadi US $0,04 juta, Malaysia menunjukan peningkatan jumlah impor yang semula US $0,03 juta menjadi US $0,13 juta atau sama dengan 385,71 persen. Sedangkan Tiongkok mengalami peningkatan terbesar dari tidak ada pada bulan lalu menjadi US$0,11 juta.

Sementara Singapura, Belanda yang semula memberi kontribusi impor masing-masing US $0,68 juta dan US $0,35 juta, namun mengalami penurunan hingga tidak ada impor sama sekali.

"Neraca perdagangan Maret 2015 surplus. Karena memang ekspor kita lebih tinggi dibandingkan dengan impor. Angka  surplus tersebut mencapai US $85,49 juta," jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari