Ingat! Panwaslu Harus Bersikap Adil

Pangkalpinang – Sedikitnya terdapat empat kabupaten di Bangka Belitung bakal menggelar pemilu kepala daerah (pemilukada). Sejumlah kabupaten tersebut yakni Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kabupaten Belitung Timur. Persiapan menggelar pilkada serentak sudah dimulai, salah satunya melantik panwaslu pemilihan kepala daerah di empat daerah tersebut.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan panwaslu dapat melaksanakan tugasnya secara baik, cermat, sempurna berdasarkan peraturan dan perundang-undangan. Sehingga pelaksanaan pemilukada dapat mengantarkan masyarakat kabupaten menjadi sejahtera. Semua warga mendapatkan perlakukan sama dalam pelaksanaan pemilu.

“Itu semua dapat dilakukan jika pelaksanaan pemilu jujur dan adil. Selain itu pemilu harus dilakukan secara bebas, umum dan rahasia tidak ada intervensi dalam melaksanakan demokrasi oleh siapa pun,” kata Gubernur saat pelantikan anggota Panwaslu kepala daerah Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Kabupaten Belitung Timur, di ruang pertemuan lantai III, Kantor Gubernur, Rabu (15/4/2015).  

Sebanyak delapan provinsi, 170 kabupaten serta 26 kota se Indonesia akan menggelar pemilukada secara serentak tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun Babelprov.go.id, pemilukada serentak gelombang pertama dilakukan Desember 2015. Pemilukada dilakukan bagi kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada 2015 serta pada semester pertama 2016. Terdapat empat kabupaten di Kepulauan Bangka Belitung yang akan menggelar pilkada serentak.

Hal tersebut dikarenakan masa jabatan kepala daerah Kabupaten Bangka Selatan akan berakhir tanggal 30 Agustus 2015.  Sementara masa jabatan kepala daerah Belitung Timur berakhir 6 September 2015, dan Kabupaten Bangka Tengah tanggal 24 September 2015. Sedangkan masa jabatan kepala daerah Kabupaten Bangka Barat berakhir tanggal 6 Desember 2015.

Pemilu menjadi ajang menentukan pemimpin sempurna dan baik. Gubernur menjelaskan, mengenai warna, kereta berbeda tak menjadi persoalan. Namum calon kepala daerah yang mengikuti pemilukada hendaknya mempunyai tujuan sama, yaitu mensejahterakan masyarakat. Ini merupakan pesta demokrasi dan sudah sering dilakukan masyarakat.

Namun, jelasnya, untuk pelaksanaan pesta demokrasi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya terdapat beberapa perubahan aturan terkait pelaksanaan pemilukada secara serentak se Indonesia. Pelaksanaan sistem ini dapat menimbulkan tantangan, untuk itu perlu ada langkah-langkah antisipasi. Kendati demikian satu harapan ingin dicapai yakni sukses dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Pemilukada kali ini menjadi barometer pelaksanaan pemilukada ke depan dan untuk menghasikan figur pemimpin daerah berkualitas. Gubernur berharap menghasilkan kepala daerah visioner dan mampu mengayoni setiap masyarakat. Adanya perubahan undang-undang pelaksanaan pemilukada membuat konstelasi politik secara nasional berubah.

“Seluruh stakeholder harus saling bekerja sama menyukseskan kegiatan pemilukada. Peserta maupun penyelenggara pemilukada dan semua pihak bertanggung jawab untuk melaksanakan pemilu berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang bermanfaat bagi semua umat,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari