Ingin Sukses jadi Petani Lada, Ikuti Triknya

BAKAM -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membentuk Koperasi Petani Lada. Untuk itu, Gubernur Erzaldi menyarankan agar masyarakat petani menitipkan lada ke koperasi sistem resi gudang sampai harga lada menguntungkan bagi petani. Diharapkan resi gudang menjadi strategi menstabilkan harga lada.

"Jika harga lada naik, petani bisa menjualnya. Contohnya, harga lada Rp50 ribu per kilogram. Lalu petani menitipkan lada menggunakan sistem resi gudang seharga tersebut," kata Gubernur Erzaldi usai salat Jumat di Masjid Sirotholmustagim, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, Jumat (25/5/2018).

Lebih jauh ia menjelaskan, namun untuk menitipkan lada menggunakan sistem resi gudang terlebih dahulu lada milik petani harus melalui pengecekan laboratorium. Seandainya lada sudah sesuai dengan standar yang diinginkan, selanjutnya lada milik petani tersebut bisa dibayar. 

Misalnya lada dititipkan dengan jumlah 100 kilogram dan ketika itu harga lada masih Rp50 ribu per kilogram. Gubernur Erzaldi menjelaskan, maka masyarakat bisa mengambil uang senilai 70 persen dari nominal harga lada yang dititipkan. Keuntungannya, lada masih  tepat menjadi milik petani, selama petani tidak menjualnya. 

Jika harga lada membaik petani bisa menjual lada yang sedang dititipkan. Namun kata Gubernur Erzaldi, kerena sebelum menitipkan lada ada akad bagi hasil, sehingga petani harus memenuhi kesepakatan tersebut. Sudah saatnya menitipkan lada menggunakan program resi gudang.

"Lada jangan disimpah di rumah. Karena membutuhkan uang, lalu lada dijual dengan harga berapapun. Jika memanfaatkan resi gudang, petani bisa menggunakan uang senilai 70 persen dari harga lada yang dititipkan, namun lada masih milik petani," jelas Gubernur Erzaldi.

Kalau petani menjual tanpa memperhatikan harga lada, keuntungan bukan menjadi milik petani. Melainkan keuntungan didapatkan dan dinikmati orang lain. Pemerintah memberikan perhatian serius bagi petani lada. Petani tak hanya dibantu menggunakan program resi gudang, pasalnya ada juga bantuan bibit lada.

"Tahun ini ada bantuan 3,2 juta bibit lada. Kalau sukses, akhir tahun ditambah lagi 2,6 juta bibit. Lalu di tahun depan ada lagi bantuan sebanyak 6 juta bibit. Bagi yang mau menanam lada diberikan 500 bibit. Ini bibit bebas penyakit, bukan seperti bantuan bibit yang lalu," tegas Gubernur Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra