Irigasi Masih Jadi Permasalahan Utama Petani

Beltim – Kawasan pertanian di Bangka Belitung kerapkali mengalami persoalan irigasi. Menjawab hal tersebut, Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berjanji memberikan solusi. Dinas Pekerjaan Umum diminta menganggarkan dalam APBD maupun usulan untuk APBN guna menyelesaikan persoalan ini.

Saat temu wicara di Desa Kacang Butor Telingsing, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kamis (7/5/2015), diketahui masyarakat masih menggunakan irigasi buatan sendiri. Jika hujan deras, irigasi buatan ini roboh dan menghanyutkan tanaman padi.

Saat musin kemarau persediaan air cukup, tetapi tidak bisa naik ke lahan sawah. Selain mengharapkan bantuan mesin air, kelompok tani di daerah ini juga menginginkan bantuan mesin perontok padi. Sehingga dapat mempermudah dan mempercepat proses panen.

Terkait irigasi, jelas Gubernur, Dinas Pekerjaan Umum segera meninjau dan menghitung kebutuhan dana untuk dianggarkan melalui APBD atau APBN. Jika ada sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, dipastikan dapat mengatasi masalah ini. Sedangkan untuk mengaliri air ke persawahan menggunakan mesin air, sebaiknya dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian.

Menyikapi permintaan mesin perontok padi, menurut Gubernur, tahun ini ada bantuan tujuh mesin perontok padi yang akan dibagikan kepada masyarakat. Bantuan tahun 2015 ini, baik dari APBN maupun APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp13,843.792.000.

Berdasarkan Permen Pekerjaan Umum No 293 Tahun 2014, Hasanudin Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, pengelolaan irigasi untuk lahan kurang dari 1000 hektare menjadi kewenangan kabupaten. DPU provinsi akan berkoordinasi dengan DPU kabupaten, mengingat lahan potensial hanya 26 hektare.

“Menjadi tanggung jawab provinsi jika luas lahan di atas 1000 hingga 3000 hektare. Sementara untuk lahan 3000 hektare ke atas kewenangan pusat. Tahun ini ada anggaran sebesar Rp800 juta khusus pembuatan saluran irigasi, pembuang dan saluran sekunder,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dian Pratiwi
Fotografer: 
Evani
Editor: 
Huzari