Jaga Keutuhan Keluarga Dari Pengaruh Negatif

Oleh: Adi Tri Saputra
Pranata Humas Diskominfo Provinsi Babel/Anggota Pemuda Pancasila Provinsi Babel
Adi Tri Saputra

Setiap tanggal 29 Juni Bangsa Indonesia Selalu memperingati hari Lahirnya Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). Diera milenial saat ini, tentunya peran penting keluarga dituntut ekstra kuat sebagai pondasi keluarga dalam membina, mengedukasi serta memberi pemahaman akan perkembangan zaman, sehingga anak yang merupakan generasi penerus bangsa tidak terjebak akan arus perkembangan karakter yang negatif seperti terjebak pemahaman radikalisme, terorisme, hoax, pernikahan dini dan Narkotika.


Pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional. Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXV tahun 2018, tanpa terasa hari keluarga nasional telah menginjak ke usia 25 tahun yang cukup dewasa tentunya. Tema Harganas XXV tahun 2018 adalah “Hari Keluarga : Hari Kita semua” dengan mengusung tagline “Cinta Keluarga Cinta Terencana”


Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Menurut Salvicion dan Celis (1998), di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I Pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).


Peran penting keluarga menjadi salah satu tolak ukur maju tidaknya suatu kehidupan bangsa, melemahnya karakter bangsa saat ini menjadi boomerang diera kemajuan teknologi informasi pada saat zaman now saat ini, era digitalisasi kian berkembang pesat, seperti diketahui beberapa pekan yang lalu bangsa Indonesia di hebohkan akan kejadian aksi terorisme dan radikalisme yang melibatkan satu keluarga. Ini menunjukkan bahwa semakin melemahnya karakter keluarga bangsa indonesia saat ini. Keluarga merupakan pondasi dasar dalam kehidupan, terbentuknya karakter generasi berawal dari keluarga sebagai dasar pembentukan karakter baik secara pendidikan, agama, sosial, budaya di dalam berkehidupan selaku makhluk sosial.


Menurut Badan Kordinasi keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat 8 fungsi dalam keluarga yaitu 1) Fungsi Agama; 2) Fungsi Sosial Budaya; 3) Fungsi Cinta dan Kasih Sayang; 4) Fungsi Perlindungan; 5) Fungsi Reproduksi; 6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan; 7) Fungsi Ekonomi; 8) Fungsi Lingkungan.


Komunikasi yang intens dan efektif antar anggota keluarga menjadi salah satu kunci suksesnya meraih kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Saling memahami dan penuh kasih sayang dalam menjalani kehidupan dalam rumah tangga dilandasi dengan agama akan terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.


Fungsi Keluarga menjadi gambaran keutuhan keluarga, sehingga terwujudnya keluarga hebat dan sejahtera. Runtuhnya fungsi keluarga akan menjadi suatu ancaman bagi masa depan keutuhan keluarga. Terjebaknya keruntuhan fungsi keluarga menjadi kian terombang ambing, sehingga akan berdampak terhadap keharmonisan dalam keluarga. Hilangnya suatu fungsi dalam keluarga menyebabkan perilaku serta pola pikir negatif anak akan terus berkembang dalam kehidupan sosial, sehingga akan berdampak dan terbentuknya pada Pola pikir anak yang arogan, kekerasan, apatis terhadap lingkungan sehingga akan berdampak buruk bagi masa depan anak di tengah kehidupan lingkungan sosial.


Fungsi keluarga menjadi sangat penting dalam menghadapi arus perkembangan teknologi informasi dan globalisasi saat ini, serta perkembangan zaman yang serba digitalisasi. Edukasi pemahaman yang baik, penuh kasih sayang, penekanan akan pentingnya agama dalam kehidupan, berjiwa sosial merupakan modal utama dalam jiwa setiap keluarga akan menjadi dasar terbentuknya karakter keluarga yang hebat, bahagia dan bangsa yang kuat.
Mari jaga keluarga kita dari Pengaruh negatif yang dapat merusak keutuhan keluarga.

Selamat Hari Keluarga Nasional ke XXV 2018.(****).

 

Tulisan ini Pernah di Muat di Harian Rakyatpos tanggal 16 Juli 2018

Penulis: 
Adi Tri Saputra Pranata Humas Diskominfo Pemprov Babel
Sumber: 
Diskominfo

ArtikelPer Kategori