Jalur Transportasi Udara Alternatif Mudik, Jumlah Penumpang Terus Mengalami Peningkatan

PANGKALPINANG -- Kini jalur transportasi udara sudah menjadi pilihan utama bagi pemudik yang tidak membawa kendaraan. Pasalnya selain cepat, biaya perjalanan pun masih terjangkau. Untuk mengantisipasi membludaknya arus mudik menggunakan fasilitas tersebut, sejumlah maskapai telah menambah penerbangan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KA Tajuddin mengatakan, berdasarkan data sementara ini terjadi peningkatan jumlah arus mudik menggunakan transportasi udara. Pasalnya informasi terakhir sudah ada maskapai penerbangan melakukan penambahan penerbangan.

"Tanggal 30 Mei ini kita akan melakukan rapat terkait arus mudik. Salah satu pembahasan yakni, mengenai data pemudik dan langkah-langkah antisipasi," kata Kadishub Tajuddin saat ditemui di Kantor Dishub Babel, Senin (28/5/2018).

Angkasa Pura menginformasikan, kata Kadishub Tajuddin, beberapa maskapai mengajukan ekstra flight. Jumlahnya ada sekitar dua hingga empat penerbangan tambahan. Tentunya pihak maskapai melihat kondisi dan perkembangan arus mudik, bisa saja jumlah penerbangan ini terus bertambah.

Pelayanan penambahan penerbangan tergantung dengan permintaan, namun langkah antisipasi telah ambil sejak dini. Jika puncak arus mudik menggunakan transportasi laut diperkirakan terjadi mulai H-2 lebaran, kemungkinan hal serupa juga terjadi untuk arus mudik pengguna transportasi udara.

Untuk penerbangan reguler saat ini, Menurut Kadishub Tajuddin, ada sekitar 14 penerbangan. Nanti, jika ada penambahan dua penerbangan sehingga ada 16 penerbangan dalam sehari. Rata-rata satu pesawat bisa mengangkut penumpang seratus hingga 120 penumpang.

"Kalau ada 16 penerbangan, jika dikalikan seratus kursi saja artinya sudah ada sekitar 1600 penumpang. Agar bisa mudik dengan nyaman, hendaknya pemudik sudah mempersiapkan diri jauh hari sebelum melakukan perjalanan," saran Kadishub Tajuddin.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra