Jangan Sampai Tidak Ada Dokter Spesialis Anak

PANGKALPINANG- – Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung drg. Mulyono Susanto dalam pelantikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Babel Periode 2017-2020, yang dilaksanakan pada  Selasa (18/01) di Hotel Novotel Pangkalpinang menyampaikan harapan adanya kerja sama  IDAI dengan semua pihak, khususnya dalam membangun masyarakat yang sehat.

“Saya berharap kita dapat bekerjasama lebih erat, khususnya pada kesehatan masyarakat dalam hal promotif dan preventif bukan hanya kuratif,” ujar Mulyono saat  menyampaikan  sambutan. 

Lebih jauh Mulyono mengatakan,  dengan adanya pelantikan dan pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia Babel dapat terjalin komunikasi yang baik terhadap dokter-dokter spesialis yang ada. “Minimal dalam satu kabupaten ada dua dokter spesialis anaknnya. Jangan sampai tidak ada dokter spesialis anaknya,” harap Mulyono.

Pada permasalahan stunting (kurang gizi) dan wasting (kegagalan untuk mencapai pertumbuhan yang optimal) di Bangka Belitung pada beberapa tahun terakhir ini meningkat. Ia menyampaikan hal tersebut mengacu kepada data tiga tahun terakhir. Untuk itu Mulyono mengatakan  perlu ada tindakan khusus dalam mengatasi permasalahan ini.

“Untuk itu kami akan melakukan revisi pangan, sebagai salah satu upaya kita untuk meningkatkan gizi anak. Kegiatan ini akan diinisiasi pada bulan Februari yang akan melibatkan semua sektor,” paparnya.

Mulyono mengatakan dari data yang Ia dapat, ada 100 kabupaten yang sudah ditetapkan sebagai permasalahan gizi. Dimana Kabupaten Bangka Barat termasuk di dalamnya.

“Untuk itu Germas akan difokuskan di  Bangka Barat. Ini perlu mendapat perhatian khusus,” tutupnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Irwanto