Jelang Ramadhan, Disperindag Babel Gelar Pasar Murah Di Alun-Alun Taman Merdeka

PANGKALPINANG - Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Disperindag Provinsi Babel akan menggelar pasar murah pada hari Minggu 7 Mei 2017 dan Selasa 9 Mei 2017 di Alun-alun Taman Merdeka.

Kadisperindag Provinsi Bangka Belitung, H.M. Yuliswan mengatakan pihaknya bersinergi dengan Polda Babel menggelar pasar murah ini.

"Untuk mengantisipasi pergolakan harga menjelang bulan suci Ramadhan, kita akan menggelar pasar murah menggunakan dana dari APBD bekerjasama dengan Polda Babel," ujarnya.

Maka dari itu, Yuliswan mengajak seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang untuk datang ke pasar murah yang diadakan di Alun-alun Taman Merdeka hari Minggu jam 07.30 Wib.

"Kita himbau kepada masyarakat Kota Pangkalpinang, ayo datang hari Minggu 7 Mei 2017 ini ke Alun-alun Taman Merdeka jam 07.30 Wib untuk membeli bahan sembako dengan harga yang pastinya murah, karena kita sudah meminta distributor untuk memberikan harga kalau bisa di bawah distributor. Masyarakat bisa datang tanpa perlu membawa kupon," tegasnya.

Tidak hanya itu, Yuliswan menyarankan kepada masyarakat untuk berbelanja sembako sesuai dengan kebutuhan.

"Nantinya di pasar murah kita akan menjual bahan sembako seperti beras, gula, minyak sayur, dan lainnya. Dan saya sarankan kepada seluruh calon pembeli untuk membeli bahan sembako sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan," tutupnya.

Terakhir, Yuliswan juga menyarankan ke para distributor untuk mengambil keuntungan penjualan hanya selama 11 bulan.

"Saya juga kasih tahu ke teman-teman distributor, ambillah keuntungan penjualan hanya 11 bulan, sebulannya bagi-bagi untuk rakyat, dalam artian menjual bahan sembako dengan harga modal," ujarnya.

Menanggapi acara FGD yang digelar Kemenko Perekonomian RI yang membahas persediaan stok sembako dan stabilitas harga yang ada di Bangka Belitung bertempat di Ballroom Novotel, Bangka Tengah, Kamis (4/5/2017), H.M. Yulisman, selaku Kepala Disperindag Provinsi Babel yang mengatakan bahwa 80 % suplai sembako didatangkan dari luar daerah Bangka Belitung.

"Bangka Belitung yang merupakan daerah kepulauan, mayoritas bahan pokok yang ada masih didatangkan dari luar daerah, dan sisanya dari Bangka Belitung," ujarnya.

Menurut Yuliswan pihaknya saat ini mengupayakan untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan sembako di Babel dengan berbagai antisipasi.

"Jadi, kita sudah antisipasi untuk ke depan. Dan persediaan sembako cukup sesuai dengan hitung-hitungan kita," tegasnya.

Yuliswan menambahkan, dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan lebaran idul fitri, pihaknya sudah membentuk tim satgas pangan yang bersinergi dengan Polda Bangka Belitung.

"Kita sudah melakukan Vicon dengan Pak Kapolri bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan dan Pertanian, disampaikan bahwa kita dibentuk tim dengan nama Satgas Pangan. Nantinya tugas kita memantau ketersediaan pangan serta harga di tingkat distributor dan pedagang," tambahnya.

Di akhir, Yuliswan berharap distributor dan pedagang tidak memainkan harga.

"Nah, saya berharap pedagang dan distributor tidak memainkan harga. Seumpama di tingkat petani Rp 100.000, di konsumen akhir jangan sampai Rp 200.000. Maksimal Rp 110.000- Rp 120.000," tegasnya. (QQ)

Sumber: 
INFO Radio 97,6 FM - Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Amelia
Fotografer: 
Rizky Amelia