Jembatan Canggih Jadi Pusat Studi Mahasiswa

Pangkalpinang – Teknologi canggih digunakan Jembatan Emas (Baturusa II) dapat dijadikan pusat studi bagi mahasiswa. Setelah berhasil melakukan pembangunan jembatan, selanjutnya harus ada upaya merawatnya. Sebesar Rp2 miliar /tahun dana dialokasikan untuk operasional serta pembayaran gaji petugas.
 
Demikian dikatakan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat pengoperasian perdana Jembatan Emas, Selasa (14/2/2017). Lebih jauh ia menambahkan, penganggaran biaya tersebut bertujuan agar masa penggunaan jembatan dapat lebih panjang. Jembatan ini bisa dibuka tutup sebanyak lima hingga enam kali sehari.
 
“Namun semakin sering kita melakukan buka tutup, dapat mempengaruhi usia jembatan. Sehingga nanti hanya diangkat (buka-red) tiga kali sehari. UPT yang ditugaskan untuk mengelola jembatan ini harus melaksanakan tugas dengan disiplin, sehingga usia jembatan bisa panjang. Apalagi semakin hari volume kendaraan semakin meningkat,” jelasnya.
 
Sebelumnya, kegiatan pembangunan Jembatan Baturusa II telah dinyatakan selesai tanggal 21 September 2016. Lalu tanggal 10 Oktober 2016, Direktorat Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan hasil uji beban. Adapun hasilnya, respon jembatan memberikan nilai kekuatan lebih besar dari hasil perhitungan menggunakan model FEM.
 
Kemudian, hasil bacaan regangan dan tegangan menunjukan nilai pengukuran lebih kecil daripada hasil teoritis. Hasil pengujian dinamik memperlihatkan besar kekuatan teoritis dan aktual adalah sama. Terdapat beberapa perusahaan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan fisik pembangunan jembatan ini di antaranya, Hutama-Aditya (KSO) 2010-2012, PT Hutama Karya (persero) 2013 dan 2015.
 
Kegiatan yang dilakukan paket satu yakni pekerjaan oprit, pile on slab dan cable stayed dengan nilai total anggaran Rp245.892.799.735,00. Sedangkan paket dua pekerjaan bascule dilakukan PT Pembangunan Perumahan (persero) Tbk 2010-2012 dan pada tahun 2013 dengan nilai anggaran Rp178.099.505.000,00.
 
Gubernur berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam rangka mengemban program memperpendek jarak antara Pangkalpinang dan Sungailiat, menjadi destinasi wisata serta menjadi urat nadi perekonomian bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hendaknya masyarakat dapat ikut menjaga keberadaan jembatan ini.

“Dinas terkait akan melakukan koordinasi mengenai operasional jembatan. Adanya jembatan ini, kita harus memikirkan bagaimana kondisi pelabuhan ke depan. Saya berupaya membuka pelabuhan harport internasional di arah Pasir Padi dan kita minta kebijakan pemerintah pusat. Mengenai pembangunan melibatkan pihak swasta,” papar Gubernur. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya