Jembatan EMAS Jadi Icon Provinsi Babel

Pangkalpinang – Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bangga sudah bisa mengoperasikan Jembatan Emas (Baturusa II) twin leaf bascule with cable stayed bridge. Selain sebagai ikon provinsi, jembatan penghubung antara Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka ini diharapkan memperpendek jarak tempuh dan mendukung program pariwisata daerah.

Pantauan babelprov.go.id, Selasa (14/2/2017) sekitar pukul 10.40 WIB jembatan sudah bisa dilintasi kendaraan. Hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit untuk menyambungkan ruas jembatan Ketapang di bagian selatan dan Air Anyir di bagian utara. Rencananya buka tutup jembatan yang berada di atas aliran Sungai Baturusa ini dilakukan tiga kali sehari.

“Jembatan ini merupakan gagasan Alm Eko Maulana Ali (mantan gubernur Bangka Belitung-red). Selain dapat menjadi ikon bagi provinsi, jembatan ini diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemacetan,” kata Gubernur usai menekan tombol pengoperasian dan melintasi jembatan ke arah Air Anyir, Kabupaten Bangka, Selasa (14/2/2017).

Sebagaimana diketahui,sebelum dioperasikan jembatan sudah ramai dikunjungi masyarakat Bangka Belitung. Kedatangan masyarakat ingin melihat kecanggihan dan keindahan ketika berada di ruas jembatan tersebut. Menurut Gubernur, jembatan ini sudah menjadi pusat keramaian. Masyarakat dapat menikmati pemandangan dari atas jembatan.

Lokasi ini menjadi destinasi baru untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. Ia menambahkan, sudah dapat dilihat pergerakan perekonomian dengan adanya sejumlah pedagang mengais rezeki di dekat lokasi jembatan. Sehingga jembatan ini memberikan manfaatkan yang banyak bagi masyarakat Bangka Belitung.

Jembatan ini juga menjadi bagian pengembangan jalan lingkar pantai timur Pulau Bangka. Adapun panjang ruas jalan sekitar 20,30 kilometer. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat menciptakan kota baru dengan penataan baik. Mengenai data teknis jembatan, tinggi bebas bascule saat tertutup 15 meter dari muka air tinggi.

Sedangkan saat jembatan terbuka, tinggi bebas menjadi tidak terbatas. Mengenai bentang bersih bascule yakni sepanjang 65 meter dengan total panjang jembatan 784,50 meter. Ketika jembatan bascule terbuka, lebar maksimum alur pelayaran sekitar 60 meter. Setidaknya terdapat tiga sistem buka tutup jembatan yaitu, sistem otomatis, semi otomatis dan manual.

Keseluruhan sistem memiliki kecepatan buka tutup berbeda, namun waktu tunggu maksimum sepuluh menit. “Walaupun banyak asumsi mengenai kegagalan jembatan ini, namun saya tepat melanjutkan pekerjaan peninggalan Alm Eko Maulana Ali. Saya punya niat baik, sehingga hari ini bisa melihat hebatnya teknologi jembatan satu-satunya di Asia Tenggara ini,” tegasnya.
 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya