Kelembagaan Perbenihan Harus diperkuat

PANGKALPINANG—Keberadaan produsen benih padi yang tergabung dalam Program Desa Mandiri Benih (DMB) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan terus diperkuat. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan benih di Negeri Serumpun Sebalai yang terus meningkat setiap tahun.

“Kebutuhan benih padi kita sangat besar. Tahun depan semua lahan sawah yang telah dicetak yang luasnya sekitar 23 ribuan hektar itu akan kita optimalkan semua. Membangun pertanian tidak bisa kalau benih tidak tersedia di daerah kita. Kekurangan infrastruktur secara bertahap provinsi dan kabupaten untuk didirong dibangun. Jalan Usaha Tani, irigasi terus dibangun. Dengan catatan lahan difungsikan termasuk alsintan akan dialokasi ke lahan-lahan yang digarap. Tahun depan kita dapat aloaksi 16 embung dan ditempatkan di lahan sawah yang optimal,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Juaidi Rusli ketika memberikan arahan pada Pertemuan Koordinasi Pengawas Mutu Tanaman Pangan di Hotel Aksi Pangkalpinang, Jumat (27/9)

Kegiatan yang difasilitasi oleh UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut berlangsung selama dua hari tanggal 26 hingga 27 September 2019. Peserta pertemuan terdiri dari Pengawas Benih Tanaman dan pejabat yang menangani perbenihan dari kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kita sangat konsen dengan perbenihan. Kita harus mulai dari benih. Benih menjadi komponen sangat penting untuk kesuksesan pertanian. Lima puluh persen benih bagus maka sudah lima puluh persen keberhasilan sudah di tangan. Tapi kalau benih tidak bagus dan tidak bemutu maka siap-siap kita menanggung resiko,” ujar Juaidi seraya menambahkan ke depan akan memperkuat fungsi balai benih.

“Fungsi balai benih pertanian harus diperkuat, Penguatan fungsi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi benih karena merupakan sarana produksi penting dalam kegiatan usaha tani. Benih yang bermutu menjanjikan produksi yang baik dan bermutu pula. Sebaliknya, bila benih yang digunakan tidak memenuhi standar mutu maka hasilnya pun tidak akan sesuai harapan,” tambahnya.

Menurut Juaidi pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan guna mencapai swasembada pangan serta meningkatkan produksi tanaman industri dan tanaman ekspor. Selain itu lanjut Juaidi, pembangunan pertanian juga diarahkan untuk mewujudkan agroindustri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja serta berusaha meningkatkan pendapatan petani.   

“Mari kita kawal benih dengan serius khususnya yang bisa ditanam di daerah kita. Kita punya beberapa varietas lokal. Sepuluh varietas padi gogo kita di Pulau Bangka ini sudah didaftar. Di Belitung juga banyak dan itu juga didirong agar didaftar di pusat perlindungan varietas. Ini adalah momen yang bagus kita harus sama-sama satu suara bahwa benih harus dikawal dan juga harus dikuasai. Kalau menjadi plasma nutfha lokal maka pemerintah daerah harus ambil alih jangan sampai lepas. Sayang. Jadi kalau punya potensi harus didaftar dulu. Semua komoditas unggulan kita yang sudah menjadi sentra alami segera didaftarkan,” tandas Juaidi

Sumber: 
Dinas Pertanian
Penulis: 
Hairil Anwar
Fotografer: 
Muhamad Najib