Kembalikan Konsep Sekolah Sebagai Taman

Pangkalpinang – Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan. Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman anak akan merasa berat hati.

“Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita mejadi tempat belajar yang menyenangkan?” ungkap Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan RI, pada peringatan Hardiknas, di lapangan upacara Kantor Gubernur, Senin (11/5/2015).

Momen Hardiknas dapat dijadikan semangat mengembalikan konsep Ki Hadjar Dewantara menyatakan sekolah harus menjadi tempat belajar menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan.

Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Ia melanjutkan, pendidikan menumbuh kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila. Ikhtiar besar pendidikan hanya bisa terwujud jika semua terus bekerja keras dan semakin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan.

“Mulai hari ini kita harus mengubah perspektif, bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan. Melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata, dan harus mengajak semua elemen masyarakat terlibat. Dorong pendidikan sehingga menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Ia mengatakan, gerakan melibatkan seluruh elemen bangsa dalam artian masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar program yang perasaan memiliki atas kegiatan hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah gerakan justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan.

“Mari kita ajak semua pihak merasa peduli, merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu,” kata Gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari