Kemenko Perekonomian RI adakan Seminar & Sosialisasi Persiapan IMT-GT September Mendatang

PANGKALPINANG - Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia terus membenahi Forum Kerjasama 3 (tiga) Negara yang disebut IMT-GT, salah satunya dengan mengadakan Seminar dan Sosialisasi Hasil-Hasil Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional. Dengan mengusung tema ‘Menggali Potensi Daerah untuk Meningkatkan Perekonomian wilayah’ ini diadakan di ruang pertemuan Muntok, Hotel Novotel Bangka, Selasa (22/08/2017). 

Sosialisasi dan Seminar ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, selain itu pelaku usaha swasta dan lembaga yang bernaung dibawah Kementerian Koordinator Perekonomian RI. Dengan 3 (tiga) Narasumber, diantaranya Netty Muharni dari Kemenko Perekonomian, Sudarman Kepala Biro Perekonomian Babel, Andi Yusfani dari Bapeda Babel, Ade Pretanto dan Trimardjoko dari Perwakilan ASEAN, Yunardi Lektor kepala  dan Nifasri dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ass Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian RI, Netty Muharni dalam sambutan nya saat membuka Sosialisasi dan Seminar ini mengatakan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi 2(dua), diantaranya sosialisasi tentang kerjasama sub regional antar IMT-GT dan kerjasama untuk ASEAN.

“Mudah-mudahan kita dapat memahami kerjasama ini dan melihat potensi apa yang bisa dimanfaatkan”, ungkap Netty Muharni.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa kerjasama antar IMT-GT ini dibuat untuk mengakomodir kekurangan-kekurangan baik dari perencanaan hingga implementasinya. Melihat dari forum Gubernur yang dimiliki oleh Malaysia dan Thailand, kedepannya diharapkan Indonesia khususnya Forum Gubernur se Sumatera bisa memiliki sekretariat seperti forum-forum yang dimilki 2 (dua) negara ini.

“Provinsi Kepri sudah menawarkan diri untuk menjadi sekretariat dari Forum Gubernur Se Sumatera”, ungkapnya.

Selain dari pihak Pemerintah, pihak swasta juga diminta peran sertanya. Pihak swasta dalam kerjasama ini disebut sebagai Joint Bisnis Council (JBC). Agar pihak swasta lebih bisa memanfaatkan kerjasama ini.

Menyinggung tentang kerjasama ASEAN, Netty Muharni menjelaskan bahwa di tahun 2017 ini ASEAN memilki arti penting, mengingat ASEAN telah memasuki usia 50 tahun dan dianggap sangat mapan. Dikatakan demikian sebab ASEAN selama ini telah banyak memberi kontribusi terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara dan pertumbuhan Ekonomi. Kerjasama ASEAN memilki 3 (tiga) pilar, diantaranya Pilar pertahanan keamanan, Pilar Ekonomi dan Pilar Sosial Budaya.

“Sosialisasi ini akan terfokus pada Pilar Ekonomi, yaitu tentang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”, jelasnya.

ASEAN telah sepakat tentang 5 (lima) pilar untuk integrasi lebih dalam, diantaranya MEA yang terintegrasi dan erat hubungannya, lebih berdaya saing, meningkatkan konektivitas diantara sesamanya, melibatkan semua unsur pemangku kepentingan dalam ASEAN untuk menuju ASEAN secara Global.

“Indonesia sekalipun sangat makmur di beberapa hal, akan tetapi dalam arus globalisasi, Indonesia tetap membutuhkan kerjasama-kerjasama Internasional seperti ini”, tegasnya.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudarman yang hadir sebagai Narasumber ini mengatakan secara spesifik Sosialisasi dan Seminar ini dilakukan sebagai pendahuluan untuk kegiatan IMT-GT yang akan dilaksanakan pada 26 hingga 29 September 2017 mendatang.

Beberapa hal akan dibahas, diantaranya yang pertama hasil-hasil kerjasama ekonomi antar 3 (tiga) negara, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Kedua, khusus Babel akan memberikan masukan terkait potensi daerah yang dimiliki Babel, sehingga antar 10 Provinsi di Babel yang masuk dalam IMT-GT ini dapat saling membantu faktor ekonomi.

“Sebab potensi yang kita miliki belum begitu luas pengembangannya, sehingga melalui kerja sama 3 Negara ini, diharapkan Babel akan mendapat efek yang positif dari sektor pangan hingga pariwisata”, urainya

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp