Kepala Dinas Tegur Petugas Parkir

MANGGAR – Penataan parkir kendaraan di Pasar Lipat Kajang Manggar masih jadi permasalahan. Meski sudah disiapkan lokasi khusus untuk parkir namun badan jalan di depan pasar masih tetap digunakan untuk parkir kendaraan.

Kondisi ini disesalkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPPTSPP) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Syahrial. Bahkan diungkapkannya pada Selasa (6/2) lalu ia sempat menegur tukang parkir pasar yang bertugas saat itu.

“Kawasan jalan aspal di depan pasar itu bukan tempat parkir. Itu jalan negara, gak boleh parkir di sana,” tegas Syahrial saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (7/2).

Menurutnya UPTD Pasar Manggar sudah menyiapkan tempat khusus untuk parkir kendaraan. Letaknya pun masih berada dalam kawasan pasar, yakni di halaman eks Kantor Pos Manggar dan di depan kios-kios pasar.

“Kan sudah kita buatkan kantong-kantong parkir. Untuk pedagang, di samping jalan beton itu bisa, sepanjang mobil masih bisa lewat dan bongkar muat barang, bisa digunakan,” kata Syahrial.

Diungkapkan Syahrial, DPMPPTSP sebenarnya sudah memberikan kewenangan parkir dan kebersihan WC Pasar Lipat Kajang Manggar dengan BUMDes Baru Kecamatan Manggar. Bahkan, BUMDes sudah dibuatkan kontrak untuk target retribusi Penerimaan Asli Daerah.

“Kita inginnya parkir kendaraan kayak di Pasar Gantung dan Kelapa Kampit, berada di areal parkir yang sudah disiapkan. Bisa pakai jalan, kalau memang tempat parkir sudah tidak muat lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Beltim, Nur Ahsan menyatakan sesuai aturan kewenangan, parkir kendaraan di tepi jalan Kabupaten merupakan otoritas Dinas Perhubungan. Namun ia mengakui jika parkir di jalan negara tidak diperbolehkan.

“Kalau ini kajiannya luas, kita bahkan sudah pernah studi banding dan presentasi di DPRD untuk masalah parkir ini. Terkait kasus Parkir Pasar Manggar di tepi jalan kita sekarang sedang tahap uji coba, perlahan-lahan akan ditertibkan,” kata Nur saat dikonfirmasi Diskominfo Beltim.

Menurutnya saat ini ada 13 orang petugas parkir yang menggantungkan hidupnya di Pasar Manggar. Retribusi parkir pasar juga rutin menyumbangkan PAD, meski nilainya belum terlalu banyak.

“Banyak pertimbangan, dak bisa serta merta langsung kita larangan. Pertimbangan kemanusiaan, mau makan apa keluarga mereka. Mereka sudah ada sebelum BUMDes ada,” tukas Nur.

Nur berharap dalam waktu dekat OPD terkait akan kembali berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi masalah parkir tersebut.

“Kita akan rapat ulang lagilah. Kita evaluasi mana mana jalan terbaik, kita ingin kata mufakat untuk permasalahan ini,” ujarnya.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Diskominfo Belitung Timur
Fotografer: 
Diskominfo Belitung Timur
Editor: 
Irwanto