Kerja Cepat Membangun Babel

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) atau Negeri Serumpun Sebalai adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian Utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian Selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian Timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.
Provinsi Babel sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan namun menjadi provinsi sendiri bersama Banten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Babel didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan empat kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur.
Di era pemerintahan Gubernur Erzaldi Rosman dan Abdul Fatah, berbagai langkah dan strategi pembangunan Babel telah disiapkan dan dilaksanakan. Kedua pemimpin ini telah bergerak cepat dan dinamis melalui program kerja yang diaplikasikan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai ujung tombaknya.
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman pun telah memaparkan 13 Program Unggulan Babel yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022 di Gedung DPRD Babel pada Senin 6 November 2017 lalu. Program unggulan tersebut adalah pengembangan agropolitan, pembangunan bahari, pengembangan tata kelola pertambangan, peningkatan pendapatan pemerintah, peningkatakan ekonomi masyarakat, pengembangan konektivitas dan infrastruktur, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, peningkatan tata kelola birokrasi, pembangunan berdemokrasi, peningkatan pembangunan bidang kebencanaan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Langkah cepat pun telah dilakukan oleh Erzaldi dan Abdul Fatah melalui terobosan nyata. Seperti mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas BUMdes (Badan Usaha Milik Desa) untuk meningkatkan potensi unggulan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan ekonomi. Sejalan dengan itu akan segera membentuk koperasi primer komoditas lada di Babel dengan cabang di setiap kabupaten/kota. Khusus pertanian, perkebunan, dan peternakan ada program bantuan serta integrasi sapi dan sawit untuk merealisasikan swasembada sapi. Bahkan sapi hasil peternakan ini nantinya bisa untuk diekspor. Di kawasan pedesaan pun akan dikembangkan program Desa Mart sebagai warung serba ada di desa untuk meningkatkan daya beli masyarakat karena harganya murah dan terjangkau.
Kemudian ada yang dikenal dengan nama “Program Resi Gudang” dalam upaya menciptakan stabilisasi harga lada di tingkat petani. Program ini dibarengi dengan upaya pemberian bantuan bibit lada dan penyediaan lahan minimal 0,5 hektar masing-masing di kabupaten sehingga kejayaan lada Babel bisa diraih kembali yang muaranya berdampak pada kesejahteraan hidup petani, meningkatnya daya beli masyarakat, dan bergairahnya roda perekonomian di Bangka Belitung.
Lantaran Bangka Belitung telah ditetapkan sebagai kawasan wisata nasional dan internasional, maka oleh Pemprov Babel berbagai event pariwisata di kabupaten/kota akan dipersiapkan dalam skala nasional dan internasional. Pemerintah Provinsi Babel akan memberikan bantuan hibah berupa pembangunan pujasera, toilet dan mushola dimana dikelola oleh UMKM di setiap tempat pariwisata untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan. Dalam hal ini sport tourism menjadi salah satu segmen yang diunggulkan untuk dijual kepada para pelancong.
Sebagai bukti keseriusan pemprov Babel membangun pariwisata, salah satu contohnya Wakil Gubernur Abdul Fatah telah melakukan pertemuan dengan Chairman Tabikobo Co Ltd Yasuhito Takayama di Nusa Dua Bali pada tanggal 14 Februari lalu. Pertemuan Fatah dengan perusahaan travel asal Jepang tersebut dalam rangka memperkenalkan potensi investasi di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di sektor pariwisata.
Yasuhito Takayama menyambut positif undangan kerja sama dengan Provinsi Kepulauan Babel, yakni di bidang pariwisata. Apalagi melihat potensi dan kekayaan objek wisata di Pulau Bangka dan Belitung yang sekarang ini terus berkembang. Tabikobo Co Ltd sekarang ini mendatangkan sedikitnya 11.000 turis asal Jepang ke Bali setiap tahun. Ribuan turis ini yang dibidik Pemprov Babel untuk berkunjung atau liburan ke Babel.
Tentu saja masih banyak yang yang akan dilakukan Pemprov Babel yang tertuang dalam RPJMD 2017-2022. Terdapat 13 program unggulan Pemprov Babel dan telah dijabarkan menjadi 53 program pembangunan daerah. Semua itu telah disebar ke semua OPD menjadi 207 program dan 1.413 kegiatan. Bahkan setiap OPD diwajibkan untuk mendatangkan kegiatan skala nasional ke Bangka Belitung sehingga menciptakan multi efek bagi masyarakat. Sebagai contoh belum lama ini telah digelar Rakornas Pembangunan Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) yang dihadiri ratusan peserta dari seluruh provinsi dan beberapa orang menteri.
Oleh sebab itu alangkah elok dan sangat bijak bila semua komponen masyarakat seperti LSM, pers, komunitas masyarakat, pihak swasta, dan legislatif membantu upaya percepatan pembangunan itu. Dengan adanya sinergi semua pihak, maka percepatan pembangunan akan semakin cepat terwujud. Bila ada kebuntuan komunikasi dan perbedaan persepsi hendaknya dipecahkan bersama melalui forum saling menghormati. Setidaknya hargailah secara objektif kerja cepat tak kenal lelah yang telah dilakukan oleh Pemprov Babel sekarang ini agar Babel semakin sejahtera. Semoga. (*)

Catatan : Tulisan ini pernah dimuat di Harian Babel Pos dan Rakyat Pos edisi 2 April 2018.

 

Penulis: 
Irwanto (PNS Dinas Kominfo Babel dan Anggota TKG)
Sumber: 
Dinas Komunikasi dan Informatika Babel

Artikel

24/07/2018 | Utari Marisa Fitri (Humas Sekretariat DPRD Prov Babel)
16/07/2018 | Diskominfo
04/05/2016 | Muhammad Irwan Effendi, ST, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama

ArtikelPer Kategori