Keunikan Daerah Daya Tawar Wisatawan

Aceh – Keunikan daerah menjadi daya tawar bagi wisatawan. Untuk itu, pengembangan wisata bahari se Sumatera disesuaikan dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing. Misalnya di Bangka Belitung mempunyai keunikan kapal tenggelam di masa kedinastian Cina. Banyak peninggalan kuno menjadikan seperti taman laut.

Demikian dikatakan Tajuddin Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan program pada Rakor Gubernur se Sumatera, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa malam (12/5/2015). “Itu menjadi keunikan Bangka Belitung yang akan kita tonjolkan di wisata bahari,” tegasnya.

Selain mendukung kegiatan pameran bersama, Tajuddin meminta dukungan pengambil kebijakan di wilayah Sumatera untuk mengembangkan Pulau Belitung sebagai destinasi nasional ketiga. Menteri Pariwisata telah menetapkan tiga destinasi nasional yakni, Bali, Lombok dan Belitung.

Menyinggung mengenai promosi wisata menggunakan website, ia menjelaskan, terdapat kesepakatan membangun website bersama, sehingga provinsi se Sumatera dapat saling membangun jaringan dalam mempromosikan pariwisata. Tahun ini mulai dirintis, diharapkan dapat terwujud di 2016 atau 2017 setelah ada pertemuan selanjutnya.

“Bidang website, khusus membicarakan hal teknisnya. Rapat tersebut di bawah koordinasi bidang Dinas Pariwisata Provinsi Aceh. Dijadwalkan kegiatan ini digelar Agustus mendatang,” ungkapnya.

Membangun Bank Agro

Sementara Rofiko Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulaun Bangka Belitung mengatakan telah memberikan kredit pinjaman sejak tahun 2012 kepada masing-masing gabungan kelompok tani (gapoktan). Pinjaman yang diberikan senilai Rp20 juta tanpa bunga dan agunan, selanjutnya untuk mempermudah menyalurkan pinjaman akan membangun Bank Agro.

Menyinggung mengenai pembangunan Bank Agro, ia menjelaskan, bank ini akan ditempatkan di masing-masing ibukota provinsi dan kabupaten sebagai penyetor modal. Bank tersebut menerapkan bunga sebesar dua sampai 2,5 persen untuk setiap pengajuan kredit. Sementara bank lainnya memberikan pinjaman dengan agunan dan bunga sebesar tujuh sampai 19 persen.

“Bank Agro diharapkan dapat membantu petani memperoleh kredit dengan bunga ringan tanpa agunan. Bank ini menawarkan jangka waktu pinjaman mulai satu tahun, lima tahun sampai sepuluh tahun. Ini baru direncanakan dan diharapkan pertemuan ini dapat diputuskan bersama,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Nona Dian Pratiwi
Editor: 
Huzari