KNPI Babel Berkomitmen Dukung Kemajuan dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Pemuda

PANGKALPINANG – Musyawarah Daerah VI DPD KNPI kepulauan Bangka Belitung hari ini (29/08/2017) di gelar di rumah dinas gubernur. Dengan mengusung tema “Profesionalitas pemuda dalam dunia kepemimpinan dan berkemajuan untuk pembangunan daerah”. Tampak hadir Gubernur Erzaldi Rosman dan forkopimda hadir diantara para pengurus KNPI Babel.

Untuk pelaksanaan Musda VI kali ini Ketua DPD KNPI Babel Bambang Patijaya mengucapkan terimakasih kepada pemprov Babel yang sudah memfasilitasi kegiatan tersebut di ruang mahligai.

Dalam sambutannya Bambang mengungkapkan bahwa KNPI Babel berkomitmen untuk mendukung kemajuan dan kualitas sumber daya pemuda Babel. “Kita mendukung para profesionalitas pemuda-pemuda itu ditempatkan sebagaimana mestinya, sehingga dapat berkontribusi kepada daerah,”

Mengenai profesionalitas dan peningkatan sumber daya manusia di Babel, hal ini tidak lepas dari keterkaitannya dengan skala index pengembangan manusia. Di Bangka Belitung ini menurut Bambang Patijaya, skala index pengembangan manusia nya masih sedikit dibawah standar nasional, tetapi untuk wilayah pulau Sumatera, Bangka Belitung masih lebih baik.

Ia pun menyatakan rasa syukurnya bahwa dalam masa kepemimpinan nya selama tiga tahun ini (2014-2017), Ia di dukung oleh pemuda-pemuda yang luar biasa, dimana dalam kepengurusan KNPI ini berisi berbagai macam pemuda dari berbagai latar belakang. Mulai dari karyawan swasta, wartawan, budayawan, pegawai negeri sipil, hingga ustad. Ia pun berpesan kepada ketua KNPI mendatang untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. “Saya merasa bersyukur dan terhormat, bahwa selama ini saya telah di beri kesempatan menjadi Ketua DPD KNPI Bangka Belitung. Saya juga merasa beruntung karena didukung oleh pemuda-pemuda yang luar biasa. Untuk ketua KNPI mendatang saya harap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris umum DPP KNPI Sirajudin mengatakan bahwa KNPI harus siap menjadi garda terdepan bersama pemerintah untuk menyerukan kembali kebhinekaan dalam berbangsa dan bernegara. “Kita tidak bisa bertumpu hanya kepada pemerintah, TNI, maupun Polri, untuk menjaga kebhinekaan di Indonesia ini,” tutur Sirajudin.

Ia mengingatkan kembali perjuangan kemerdekaan di Indonesia yang bukan merupakan hadiah, tetapi merupakan perjuangan bersama-sama. Mengingat Indonesia baru saja melaksanakan acara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke 72, dan akhir-akhir ini Indonesia menghadapi isu yang sudah tidak seharusnya muncul mengenai perbedaan. “Sudah konsensus pendirian bangsa ini diatas perbedaan. Namun Ini menjadi tantangan bagi kita semua, jadi KNPI tidak bisa hadir hanya membawa isu kesukuan. KNPI tidak boleh mengkonsumsi isu yang berbentuk SARA, yang mengkotak-kotakan golongan yang satu dengan yang lainnya,” tutup Sirajudin.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo