Kondisi Perekonomian Bangka Belitung Melambat

Pangkalpinang – Kondisi perekonomian Bangka Belitung melambat. Pasalnya harga jual logam timah rendah. Tak hanya itu, lapangan usaha pertanian yang biasanya menjadi penyeimbang perekonomian juga mengalami kondisi sama. Harga jual hasil pertanian berupa CPO dan karet mengalami penurunan. Hal ini mengakibatkan melemahnya seluruh lapangan usaha.

Budi Prawoto Kabid Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, ada dampak dari kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik. Tak hanya itu, sebab pelarangan paket meeting PNS di hotel, rendahnya penyerapan anggaran pemerintah berpengaruh terhadap penurunan net ekspor antar daerah dan pengeluaran konsumsi pemerintah juga memberi pengaruh.

“Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung triwulan I-2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp14.722 miliar. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 besarnya mencapai Rp11.201 miliar,” katanya saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/5/2015).

Lebih jauh ia mengatakan, ekonomi Bangka Belitung triwulan I-2015, jika dibandingkan triwulan I-2014 (y-on-y) tumbuh sebesar 4,10 persen dan ini mengalami perlambatan. Sementara jika dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) terkontraksi sebesar 0,48 persen merupakan kondisi triwulan terendah sejak tahun 2010. Struktur perekonomian Pulau Sumatera triwulan I-2015 secara parsial masih didominasi tiga provinsi yaitu Riau, Sumatera Utama dan Sumatera Selatan. Ia menambahkan, kontribusi ketiga provinsi tersebut mencapai 59,69 persen terhadap total PDRD ADHB Pulau Sumatera. Hal ini tidak mengherankan, mengingat provinsi tersebut merupakan provinsi yang kaya sumber daya alam. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada diurutan sembilan sebagai penyumbang PDRB di Pulau Sumatera. Menurutnya, posisi Bangka Belitung masih di bawah Provinsi Aceh yang menempati urutan delapan, namun di atas Provinsi Bengkulu yang berada diurutan terakhir. Kontribusi PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung triwulan I-2015 hanya sebesar 2,35 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera, dan 0,53 persen terhadap total PDRB 33 provinsi di Indonesia.

“Secara parsial, pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera triwulan I-2015 (q-to-q) hanya terjadi di enam provinsi di Pulau Sumatera yaitu, Sumatera Utara, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Lampung dan Kepulauan Riau. Empat provinsi lain, Aceh, Sumbar, Riau dan Kepulauan Bangka Belitung mengalami kontraksi,” paparnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari