Koperasi harus Memanfaatkan Teknologi Informasi

PANGKALPINANG—Pengurus koperasi harus familiar mamafaatkan teknologi informasi dalam menjalankan roda koperasi. Dan bukan saaatnya lagi pengurus koperasi menggunakan cara-cara tradisional dalam aktivitasnya.

Untuk itu, sebanyak 60 orang pengurus koperasi dari Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka Selatan mengikuti pelatihan akuntansi koperasi berbasis komputerisasi, 17 s.d 21 April 2018 di Gedung Balatkop UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan pelatihan ini diharapkan pengurus koperasi di wilayah Bangka Belitung mampu memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa bersaing dengan koperasi maupun lembaga serupa di daerah lain. Sebelumnya pelatihan serupa diberikan juga kepada pengurus koperasi dari Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hj Elfiyena mengungkapkan, pelatihan ini merupakan upaya pemerintah provinsi untuk terus mendorong koperasi di Babel agar bisa memanfaatkan teknologi informasi sehingga bisa bersaing dengan koperasi maupun lembaga serupa di daerah lain.

“Saatnya koperasi tidak menggunakan cara tradisional dalam aktivitasnya, namun harus mengikuti perkembangan teknologi agar keberadaannya tetap bisa kompetitif dan mampu bersaing dengan lembaga lainnya,” ujar Elfiyena saat membuka pelatihan akuntansi koperasi berbasis komputerisasi angkatan III dan IV, Selasa (17/4/2018).

Menurut Elfiyena, pengurus koperasi perlu memanfaatkan teknologi informasi karena di era globalisasi ini banyak lembaga koperasi yang sudah menggunakan teknologi informasi dalam mengelola koperasi. Penggunaan teknologi bisa berdampak pada kemajuan dan penyebaran arus informasi yang semakin cepat kepada para anggotanya.

"Sehingga pengelolaan koperasi akan semakin profesional dan mudah. Pemanfaatan teknologi informasi juga akan bawa kemajuan dan kesejahteraan bagi anggotanya," katanya.

Selain itu, para pengurus koperasi juga harus terus meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Salah satu caranya yakni dengan memanfaatkam teknologi. Para pengurus dapat dengan mudah mencari informasi di internet dengan smarphone yang dimilikinya.

Tak hanya itu, Elfiyena menuturkan bahwa selain pengurus koperasi, pelatihan ini juga diikuti tenaga pendamping. Tenaga pendamping ini nantinya akan membantu para pengurus koperasi dalam menerapkan teknologi dan mengembangkan koperasi.

"Koperasi yang pengurusnya mengikuti pelatihan ini juga harus masuk dalam ODS (online data system). Karena dengan ada di ODS itu akan memudahkan pemerintah dalam membuat program untuk peningkatan bagi koperasi dan SDM perkoperasian di Babel," tuturnya.

Selanjutnya Elfiyena mengharapkan bahwa pelatihan akuntansi koperasi ini yang dibiayai dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta. Peserta harus serius dan disiplin dalam mengikuti pelatihan sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi kemajuan koperasi.

"Setelah selesai pelatihan, peserta dapat mengimplementasikan dan menerapkan ilmu dan pengetahuan yang didapatnya. Selain itu, peserta diharapkan juga bisa berbagi ilmu dengan pelaku koperasi yang lain," harapnya.

Pelatihan ini dibagi dua angkatan, dimana setiap angkatan terdiri dari 30 peserta, mereka selanjutnya akan mengikuti pelatihan selama 5 hari dari tanggal 17 s.d 21 April 2018 di Gedung Balatkop UMKM Prov Kep Bangka Belitung.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Anto AN
Fotografer: 
Anto AN
Editor: 
Mamaq