Kunker Ke Babel, Komisi IV DPR RI Tinjau Gudang Pupuk, Balai Bibit Ikan Hingga Pengolahan Lada

PANGKALPINANG - Anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja selama 2 (dua) hari di negeri Serumpun Sebalai, Senin hingga Selasa, 27 - 28 Februari 2017.

Setelah tiba di Bandara Depati Amir, rombongan anggota Komisi IV DPR RI langsung melakukan peninjauan ke gudang pupuk Petro Kimia dan Pusri yang berlokasi di kawasan industri Ketapang Pangkalpinang, pada Senin (27/02/2017).

Sudah menjadi tugas dan fungsi Komisi IV DPR RI untuk melakukan pengawasan terhadap peningkatan perekonomian daerah dari sektor Pertanian, Pangan, Maritim, dan Kehutanan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kesediaan pupuk dan waktu distribusi ke tangan petani agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan agar pertanian di daerah ini dapat berkembang dengan baik sehingga perekonomian petani dapat meningkat dengan cepat.

"Tanggung jawab kami selaku wakil rakyat untuk terjun langsung ke daerah untuk melihat apa yang terjadi, seperti apa kondisi dilapangan karena laporan ke pusat dilaporkan secara global," tandasnya.

Ia mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya kemasan pupuk yang harus dijaga, jangan sampai mengalami kerusakan karena akan mengurangi volume pupuk, dan tentunya dapat merugikan petani serta dapat menjaga kualitas pupuk agar tidak mengalami kerusakan atau menjadi kurang baik setelah sampai ke tangan petani.

"Perhatikan tempat penyimpanan pupuk, kemasan produk, dan jangan sampai mengurangi kualitas dari pupuk itu sendiri," ujarnya kepada awak media.

Selanjutnya anggota Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan ke Balai Benih Budidaya Ikan Air Tawar di Kecamatan Pemali Bangka, meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang berlokasi di Sungailiat, meninjau gudang Bulog Sub-Divre Bangka, meninjau Pengolahan Lada Kering organik yang dilanjutkan dengan pertemuan di kantor BPTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Kace.

Saat dialog dengan anggota Komisi IV DPR RI di Kantor Balai Pengkajian Teknologi  Pertanian (BPTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Pertanian Toni Batubara di dampingi Kepala BPTP Bangka Belitung menjelaskan bahwa 80 s/d 90 Persen lada Putih yang ada di dunia saat ini hanya petani lada Bangka Belitung  yang menghasilkan sedangkan yang lain menghasilkan lada hitam seperti negara India dan Vietnam.

Saat ini jumlah lahan yang diperuntukan untuk  di tanami lada seluas 48 ribu hektare, dimana rata -rata satu Kepala Keluarga memiliki 1 hektare perkebunan lada yang di miliki secara pribadi, saat ini penyebaran wilayah cakupan petani lada hampir 50% wilayah nya ada di daerah Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Belitung sudah ditetapkan menjadi Kawasan lada Nasional.

"Penyebaran petani lada saat ini hampir separuh nya ada di wilayah Bangka Selatan,yang menghasilkan komoditas  unggulan lada yaitu lada Putih yang sudah sangat terkenal di dunia manca negara dan dengan penggunaan teknologi yang tepat guna pastinya hasil pertanian akan bertambah  baik", urainya 

Pemerintah Propinsi sendiri dalam upaya peningkatan hasil komoditas pertanian lada Putih juga berperan aktif membantu peningkatan kualitas maupun kuantitas untuk meningkatkan masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan, menemukan bibit unggulan serta memberikan bantuan pupuk sebesar 750 hektare  gratis kepada petani yang ada di Bangka Belitung.

Rencananya Selasa, (28/2) besok anggota Komisi IV DPR RI ini juga akan melakukan peninjauan Hutan Wisata Pelawan yang berlokasi di Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Erwin
Fotografer: 
Fernilita
Editor: 
Noviansyah