Lima Sekolah Laksanakan UN Berbasis Komputer

Pangkalpinang – Sebanyak lima sekolah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah melaksanakan ujian nasional (UN) berbasis komputer. Sejumlah sekolah tersebut  di antaranya SMAN 1 Sungailiat, SMPN 2 Sungailiat, SMAN 1 Pangkalpinang, SMPN 2 Pangkalpinang dan SMAN 1 Manggar.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, permasalahan listrik di Bangka Belitung sudah selesai, sebab mesin pembangkit yang dimiliki PLN sudah bagus dan bisa surplus 25 MW. Hanya yang menjadi kendala yaitu masalah jaringan, karena jaringan listrik yang ada di Bangka Belitung sudah tua.

"Seandainya terjadi pemadaman listrik saat pelaksanaan ujian, kita siap memberikan bantuan mesin genset sebagai energi cadangan. Tapi saya yakin listrik di Bangka Belitung ini sudah tidak ada masalah,” tegas Wagub saat meninjau pelaksanaan UN di Pangkalpinang, Senin (13/3/2015).

SMKN 1 Pangkalpinang menjadi lokasi pertama dikunjungi Wagub. Saat berada di lokasi, Wagub secara langsung melihat proses pelaksanaan ujian serta memberikan motivasi bagi siswa peserta yang mengikuti ujian nasional tahun ini. Secara umum pelaksanaan ujian nasional berjalan lancar dan tertib.

"Kalian harus bisa, harus lulus dan harus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi," kata Wagub.

Sementara ini hanya beberapa sekolah menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer. Hal tersebut dikarenakan masih masih minimnya peralatan milik sekolah. Namun tahun depan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memberi bantuan perangkat komputer ke sekolah-sekolah. Bantuan ini dimasukkan dalam anggaran belanja Dinas Pendidikan tahun 2016.

"APBD tahun 2016 nanti  kita prioritaskan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Karena menyangkut masa depan dan nyawa orang banyak," tegas Wagub.

Lebih jauh Wagub mengingatkan agar siswa memegang prinsip SPI yakni Sehat, Pintar dan Iman. Prinsip tersebut harus menjadi koridor dalam melaksanakan kegiatan apapun, termaksuk mengikuti ujian nasional. Sebab tiga prinsip ini dapat memudahkan menyelesaikan setiap urusan atau permasalahan.

Setelah mengunjungi SMKN 1 Pangkalpinang, Wagub juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan ujian nasional di SMAN 3 Pangkalpinang dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Usai mengunjungi sekolah di wilayah Pangkalpinang, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bangka Barat, tepatnya ke SMA 1 Kelapa, SMA Mari Ayu Kelapa,  SMA 1 Simpang Teritip dan SMA 1 Muntok.

Rencananya besok rombongan ini akan memonitor pelaksanaan UN di Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan. Kemudian di hari Kamis rombongan menuju Belitung dan Beltim. Kunjungan ini bertujuan memberi semangat kepada guru dan murid.

Berbicara mengenai syarat kelulusan, Edison Taher Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang menjelaskan, nilai ujian nasional tidak menjadi patokan dalam syarat menentukan kelulusan. Sebab untuk menentukan kelulusan siswa berdasarkan prestasi siswa selama mengikuti pelajaran di sekolah. Rapat dewan guru di sekolah juga menjadi penentu kelulusan siswa.

"UN tidak menjadi patokan lagi dalam menentukan kelulusan, tapi lebih memperhatikan prestasi dan sikap siswa selama jam belajar mengajar di sekolah," ujar Edison.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Chandra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari